Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi salah satu jalur favorit bagi calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes tertulis. Jalur ini menilai prestasi akademik dan non-akademik siswa selama di sekolah, sehingga strategi pemilihan jurusan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang lolos.
Salah satu pendekatan cerdas dalam memilih jurusan SNBP adalah mempertimbangkan program studi dengan tingkat peminat yang relatif rendah, namun tetap memiliki kualitas akademik yang baik dan prospek karier yang menjanjikan.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia memiliki banyak jurusan unggulan, termasuk beberapa program studi yang minim peminat dan bisa menjadi peluang strategis bagi calon pendaftar SNBP 2026.
Apa Itu SNBP?
SNBP merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang menggunakan nilai rapor dan prestasi siswa sebagai dasar penilaian. Jalur ini tidak memerlukan ujian tulis seperti UTBK-SNBT, sehingga siswa dengan konsistensi nilai akademik yang baik memiliki peluang besar untuk diterima.
Dalam SNBP, setiap siswa hanya diperbolehkan memilih beberapa program studi sesuai ketentuan. Oleh karena itu, memilih jurusan dengan tingkat persaingan yang lebih rendah dapat meningkatkan peluang diterima, terutama jika disesuaikan dengan minat dan kemampuan pribadi.
15 Jurusan UGM Minim Peminat sebagai Referensi SNBP 2026
Universitas Gajah Mada merupakan salah satu universitas yang menjadi impian para siswa, banyak para calon mahasiswa yang mengimpikan masuk ke dalam universitas ini.
Dilansir dari laman Detik, berikut daftar jurusan di UGM yang relatif memiliki peminat lebih sedikit dibandingkan program studi populer, namun tetap menawarkan kualitas pendidikan yang baik:
- Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar – Sarjana Terapan. Program ini berfokus pada pemetaan wilayah, pengukuran tanah, dan teknologi geospasial yang banyak dibutuhkan dalam pembangunan dan tata ruang.
- Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – Sarjana. Jurusan ini mempelajari strategi penyuluhan, komunikasi masyarakat tani, serta pengembangan sektor pertanian berbasis sosial dan teknologi.
- Bahasa dan Sastra Prancis – Sarjana. Cocok bagi yang memiliki minat di bidang bahasa asing, diplomasi, pariwisata internasional, dan penerjemahan.
- Teknik Sumber Daya Air – Sarjana. Mengkaji pengelolaan air, irigasi, bendungan, dan infrastruktur air untuk mendukung ketahanan lingkungan dan pangan.
- Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa – Sarjana. Berperan penting dalam pelestarian budaya lokal, sastra daerah, serta riset kebudayaan Nusantara.
- Manajemen Sumberdaya Akuatik – Sarjana. Mempelajari pengelolaan sumber daya perairan, konservasi, dan keberlanjutan ekosistem laut dan sungai.
- Akuakultur – Sarjana. Berfokus pada budidaya ikan dan organisme air yang menjadi sektor strategis dalam industri perikanan.
- Pengembangan Produk Agroindustri – Sarjana Terapan. Menitikberatkan inovasi produk hasil pertanian dan pengolahan pangan berbasis teknologi industri.
- Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil – Sarjana Terapan. Mengajarkan keterampilan teknis dalam pelaksanaan proyek konstruksi dan infrastruktur sipil.
- Pengelolaan Hutan – Sarjana Terapan. Membahas konservasi hutan, kehutanan berkelanjutan, serta manajemen sumber daya alam.
- Teknologi Hasil Perikanan – Sarjana. Mengembangkan teknik pengolahan produk perikanan agar bernilai tambah tinggi dan berdaya saing.
- Mikrobiologi Pertanian – Sarjana. Fokus pada peran mikroorganisme dalam pertanian, tanah, dan produksi pangan yang ramah lingkungan.
- Sistem Informasi Geografis – Sarjana Terapan. Mempelajari teknologi pemetaan digital dan analisis data spasial untuk perencanaan wilayah dan lingkungan.
- Sejarah – Sarjana. Mengembangkan kemampuan riset sejarah, analisis peristiwa masa lalu, serta kontribusi dalam dunia pendidikan dan budaya.
- Agronomi – Sarjana. Mengkaji ilmu budidaya tanaman, produktivitas pertanian, dan inovasi pangan untuk ketahanan nasional.
Mengapa Memilih Jurusan Minim Peminat?
Memilih jurusan dengan peminat yang lebih rendah bukan berarti mengorbankan kualitas pendidikan. Banyak jurusan tersebut justru memiliki peluang karier yang luas karena masih kekurangan tenaga ahli di bidang tertentu.
Selain itu, persaingan yang lebih ringan dapat meningkatkan peluang diterima melalui jalur SNBP. Strategi ini cocok bagi siswa yang ingin masuk kampus top seperti UGM dengan peluang lolos yang lebih besar, selama tetap mempertimbangkan minat dan rencana masa depan.
Kesimpulan
Memilih jurusan dalam SNBP 2026 memerlukan strategi matang agar peluang diterima semakin besar. Jurusan UGM dengan peminat rendah dapat menjadi alternatif menarik bagi calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi bergengsi dengan tingkat persaingan yang lebih realistis.
Meskipun minim peminat, jurusan-jurusan tersebut tetap menawarkan prospek karier yang baik di bidang pertanian, teknologi, budaya, lingkungan, hingga industri kreatif. Dengan perencanaan yang tepat dan pemilihan jurusan yang sesuai minat, SNBP 2026 dapat menjadi pintu masuk menuju masa depan akademik yang cerah.

















