Pernakah kamu kehilangan file/ data yang penting di laptop atau PC ?, tentu hal tersebut membuat kita merasa panik. maka dari itu Anda harus paham cara untuk mengembalikannya.
Namun Anda beruntung karena Artikel akan membahas cara mengembalikan data/file yang hilang di laptop atau pc. Untuk mengetahui bagaimana caranya simak lah cara-cara dibawah ini:
Cara Mengembalikan Data Yang Hilang Di Laptop/PC
Pasti Anda pernah merasakan tidak nyaman dengan adanya folder di laptop yang berantakan dan tidak terata. Dan saat Anda melakukan pembersihan dokumen, disaat itulah anda melakukan penghapusan file yang sangat penting secara tidak sengaja.
Jika Anda pernah mengalami hal tersebut Anda gak perlu panik. kalau sudah terlanjur terhapus dan tidak dapat mendapatkannya kembali, maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk menegetahui bagaimana cara mengembalikan data yang hilang di laptop/PC.
berikut adalah beberapa cara mengembalikan file yang terhapus di laptop yang dilansir dari Asani.
Memulihkan Data Lewat Command Prompt (CMD)
Command Prompt tidak hanya berguna untuk memperbaiki error sistem, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk mencoba mengembalikan file yang hilang di laptop. Selain itu, CMD juga sering dipakai untuk mengecek kondisi baterai maupun koneksi internet.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Klik kolom pencarian Windows, ketik cmd, lalu klik kanan pada hasil Command Prompt dan pilih Run as administrator.
- Setelah jendela CMD terbuka, masukkan perintah chkdsk X: /f (tanpa tanda petik). Gantilah huruf X dengan drive tempat file sebelumnya tersimpan. Misalnya, jika di drive D, maka ketik chkdsk D: /f.
- Jika proses selesai, lanjutkan dengan mengetik ATTRIB -H -R -S /S /D X:*.*, lalu tekan Enter.
Tunggu hingga proses berakhir dan cek kembali drive tersebut.
Mengambil File dari Recycle Bin
Recycle Bin berfungsi sebagai tempat penampungan sementara untuk file yang dihapus. Selama Anda belum memilih opsi Empty Recycle Bin, file masih bisa dikembalikan.
Umumnya, Windows menyimpan file terhapus di Recycle Bin hingga sekitar 30 hari sebelum dihapus permanen.
Cara mengembalikannya:
- Buka Recycle Bin di desktop.
- Cari file atau folder yang ingin dipulihkan.
- Klik kanan pada file tersebut, lalu pilih Restore.
- File akan otomatis kembali ke lokasi semula.
Memakai Fitur Restore Previous Version
Alternatif lain adalah menggunakan opsi Restore Previous Version, yang tersedia di berbagai versi Windows, mulai dari Windows 7 sampai Windows 11.
Syarat utamanya, fitur pencadangan otomatis harus sudah aktif sebelumnya.
Langkah-langkah:
- Masuk ke folder tempat file terakhir berada.
- Klik kanan pada folder tersebut, lalu pilih Restore Previous Version.
- Pilih versi file atau folder yang ingin dikembalikan, kemudian klik Restore.
Menggunakan File History
Windows juga menyediakan fitur bawaan bernama File History untuk memulihkan data tanpa perlu aplikasi tambahan. Namun, fitur ini hanya berfungsi jika Anda sudah mengaktifkan pencadangan sebelumnya.
Caranya:
- Buka Settings → Update & Security → Backup.
- Klik Add a drive untuk memilih drive eksternal sebagai lokasi penyimpanan cadangan.
- Setelah backup aktif, Anda bisa membuka File History dan memilih file yang ingin dipulihkan dari cadangan tersebut.
- Selanjutnya, klik drive yang sudah Anda tentukan. Jika drive tersebut tidak tersedia, Anda dapat memakai hard disk eksternal sebagai media cadangan untuk membantu proses pemulihan data.
- Setelah itu, file atau folder hanya bisa dikembalikan apabila sebelumnya Anda pernah melakukan proses backup.
Memakai Aplikasi Recuva
Hilangnya data di laptop bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena serangan virus atau malware. Namun, Anda tidak perlu panik karena Recuva dapat digunakan sebagai solusi untuk memulihkan file yang terhapus.
Cukup siapkan flashdisk dan ikuti langkah-langkah berikut:
- Unduh dan pasang aplikasi Recuva melalui situs resmi ccleaner.com.
- Sambungkan flashdisk ke laptop dan pastikan perangkat terdeteksi.
- Jalankan Recuva, lalu pilih jenis file yang ingin dipulihkan, seperti All Files, Pictures, Music, dan opsi lainnya. Setelah itu, klik Next.
- Pada bagian File location, tentukan lokasi terakhir file disimpan, misalnya folder Downloads.
- Klik tombol Start untuk memulai proses pemindaian.
- Setelah pemindaian selesai, Recuva akan menampilkan daftar file yang dapat dipulihkan.
- Centang file atau folder yang ingin dikembalikan.
- Tunggu hingga proses pemulihan berakhir, lalu periksa kembali lokasi penyimpanan untuk memastikan file sudah kembali.
Menggunakan WorkinTool Data Recovery
Alternatif berikutnya adalah memanfaatkan software WorkinTool Data Recovery. Aplikasi ini memungkinkan pemulihan data yang hilang akibat kegagalan pembaruan sistem, serangan virus, hingga kesalahan instal ulang.
Cara penggunaannya:
- Unduh dan instal aplikasi WorkinTool Data Recovery sampai proses selesai.
- Buka aplikasi, lalu pilih menu Disk & Partition Recovery.
- Pilih disk tempat file sebelumnya berada, kemudian klik Scan Now.
- Tunggu beberapa saat hingga proses pemindaian selesai dan muncul notifikasi Scanning Completed, lalu klik Sure.
- Masuk ke menu Deleted Files di bagian kanan atas untuk mencari file yang ingin dipulihkan.
- Tandai file tersebut, lalu klik tombol Recover di pojok bawah.
- Tentukan lokasi penyimpanan hasil recovery dan tunggu sampai proses selesai. Setelah itu, file dapat dibuka kembali dengan klik Open.
Menggunakan EaseUS Data Recovery
Pilihan software lainnya adalah EaseUS Data Recovery, yang dikenal memiliki fitur lengkap untuk memulihkan file atau partisi yang hilang akibat kerusakan sistem operasi maupun infeksi virus.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Pastikan aplikasi EaseUS Data Recovery sudah terpasang di laptop.
- Jalankan aplikasi, lalu pilih drive lokal yang ingin dipindai.
- Setelah pemindaian selesai, cari file yang dibutuhkan dan klik tombol Recover di kanan bawah.
- Tentukan folder tujuan untuk menyimpan file hasil pemulihan.
- Proses selesai, dan data yang sempat hilang kini bisa diakses kembali.
Kesimpulan
Dengan memahami langkah-langkah di atas, Anda tidak perlu panik saat file penting terhapus, karena masih ada solusi praktis untuk mengembalikannya dengan aman dan relatif mudah.
Sumber: Asani

















