Niat & Tata Cara Sholat Idulfitri 1447 H Lengkap. Niat dan cara melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H 2026 dalam bahasa Arab, latin, dan maknanya akan dibahas dalam tulisan ini.
Shalat Idul Fitri dilakukan di pagi hari pada tanggal 1 Syawal. Pada tahun ini, shalat Idul Fitri akan dilakukan besok, yaitu pada hari Sabtu (20/3/2026).
Niat Sholat Idul Fitri
Sebelum mulai shalat, seseorang harus membaca niat. Berikut adalah bacaan niat untuk shalat Idul Fitri 1447 H 2026, mengutip dari NU Online, Jumat (20/3/2026):
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Latin: Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman / imaman) lillâhi ta’âlâ.
Artinya: Saya berniat untuk melakukan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) demi Allah ta’ala.
Niat shalat Idul Fitri ini diucapkan dalam hati. Niat ini diucapkan bersamaan dengan takbiratul ihram.
Cara Sholat Idul Fitri
Ada perbedaan penting antara shalat Idul Fitri dengan shalat lainnya. Perbedaannya adalah ada tambahan 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua.
Berikut cara melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H 2026:
1. Niat Shalat Id
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam shalat id adalah membaca niat. Bacaan niatnya sudah dijelaskan di atas.
2. Takbiratul Ihram
Dalam shalat Id juga ada takbiratul ihram. Setelah membaca doa iftitah, sunnah untuk takbir lagi hingga tujuh kali pada rakaat pertama.
Diantara setiap takbir, disarankan untuk membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, semua pujian untuk Allah yang sangat banyak, Maha Suci Allah, baik di pagi maupun sore. “
Atau bisa juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala pujian untuk Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. “
3. Membaca Al-Fatihah
Setelah membaca iftitah dan melakukan tujuh kali takbir, wajib membaca surat Al-Fatihah. Kemudian disarankan untuk membaca surat Al-A’la.
Lanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali seperti shalat biasa.
4. Rakaat Kedua
Saat berdiri lagi di rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir lima kali dengan mengangkat tangan dan melafalkan allâhu akbar seperti di rakaat sebelumnya.
Di antara takbir tersebut, dianjurkan untuk melafalkan bacaan yang telah dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah dan Surat al-Ghâsyiyah.
Lanjutkan dengan gerakan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
5. Mendengarkan Khutbah
Setelah shalat selesai dengan salam, jamaah disarankan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri sampai selesai. Namun, jika shalat id dilakukan sendirian atau tidak berjamaah, khutbah tidak perlu dilakukan.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Syafi’i.
“Sunnah bagi imam untuk memberikan dua khutbah saat shalat Idulfitri atau Iduladha, dipisahkan dengan duduk sejenak.”
Dalam khutbah ini, disunnahkan bagi khatib untuk memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan khutbah kedua dengan takbir tujuh kali.
Sumber :
https://muslim.okezone.com/read/2026/03/20/614/3208013/niat-dan-tata-cara-shalat-idul-fitri-1447-h-2026-lengkap-arab-latin-serta-artinya










