Momen Idul Fitri selalu identik dengan gema takbir yang berkumandang penuh haru dan kebahagiaan. Umat Islam di seluruh dunia melantunkan takbiran sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Untuk memudahkan dalam mengamalkan, berikut ini disajikan lafal takbiran Idul Fitri lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya yang bisa dibaca bersama keluarga maupun saat malam takbiran.
Waktu Mengumandangkan Takbiran Idul Fitri
Mengumandangkan takbir pada Idul Fitri memiliki waktu yang telah diatur dalam syariat Islam. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami kapan waktu yang tepat agar ibadah ini dapat dilakukan secara sempurna.
Takbiran Idul Fitri mulai disunnahkan sejak matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan, tepatnya saat memasuki malam 1 Syawwal. Waktu ini berlangsung hingga imam memulai shalat Id dengan takbiratul ihram.
Bagi yang tidak melaksanakan shalat Id berjamaah, batas akhir membaca takbir adalah ketika seseorang memulai shalat Id secara mandiri. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa waktu takbir berakhir hingga masuk waktu pelaksanaan shalat Id.
Waktu yang paling utama untuk mengumandangkan takbir adalah setelah menunaikan shalat fardhu, baik di rumah maupun di masjid, sebagai bentuk syiar Islam yang nyata. Selain itu, takbir juga dianjurkan dibaca saat menunggu pelaksanaan shalat Id, dalam perjalanan menuju tempat ibadah, hingga sepanjang jalan yang dilalui.
Bacaan Takbiran Idul Fitri
Secara umum, bacaan takbiran Idul Fitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal. Keduanya memiliki keutamaan dan waktu pengamalan yang berbeda.
Takbir muqayyad merupakan takbir yang dibaca setiap selesai shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Sementara itu, takbir mursal dapat dibaca kapan saja dan di mana saja tanpa terikat waktu tertentu.
Bacaan Takbir Singkat (Tiga Kali Takbir)
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menjelaskan bahwa takbir dapat dilafalkan sebanyak tiga kali, dengan bacaan sebagai berikut:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”
Bacaan Takbiran Idul Fitri Sesuai Sunnah
Setelah melafalkan tiga kali takbir, dianjurkan untuk menambahkan dzikir sebagaimana yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW di Bukit Shafa, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”
Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap
Berikut ini adalah bacaan takbiran Idul Fitri yang lebih lengkap, mencakup pujian dan pengakuan atas keesaan Allah SWT:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latin: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na’budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.”
Amalan Sunnah yang Dianjurkan saat Idul Fitri
Selain memperbanyak takbir, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Idul Fitri, di antaranya:
- Makan sebelum shalat Id
Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadhan. - Memperbanyak takbir
Takbir dianjurkan dibaca sejak malam 1 Syawwal hingga sebelum shalat Id dimulai, baik di rumah, masjid, maupun dalam perjalanan. - Mengenakan pakaian terbaik
Pada hari raya, dianjurkan memakai pakaian terbaik, bersih, rapi, serta menggunakan wewangian. - Melalui jalan yang berbeda
Disunnahkan untuk mengambil rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari shalat Id, sebagai bentuk syiar dan memperluas silaturahmi. - Melaksanakan shalat Id berjamaah
Shalat Id terdiri dari dua rakaat, dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua, dilanjutkan dengan khutbah. - Bersilaturahmi dan saling memaafkan
Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar. - Mengucapkan doa kebaikan
Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi doa yang dianjurkan, yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Kesimpulan
Takbiran Idul Fitri merupakan salah satu syiar penting dalam Islam yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas berakhirnya bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak malam 1 Syawwal hingga sebelum shalat Id dilaksanakan, dengan anjuran memperbanyak takbir di berbagai kesempatan.










