Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi salah satu kalimat yang paling sering terdengar saat momen Lebaran. Banyak umat Muslim mengucapkannya saat bersalaman, mengirim pesan, atau menulis ucapan di media sosial. Meski sudah sangat populer, tidak sedikit yang belum memahami secara tepat bacaan Arab, arti, dan makna dari kalimat tersebut.
Hal ini bukan hanya sekadar tradisi masyarakat Indonesia. Sebab, memberi ucapan taqabbalallahu minna wa minkum telah lama dilakukan sejak zaman Rasulullah. Hal ini mengacu pada dalil berikut:
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .
Artinya: “Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fitri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, taqobbalallahu minna wa minkum.”
Berikut penjelasan lengkap yang perlu anda ketahui.
Bacaan Arab “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” yang Benar
Mengutip dari laman kumparan.com, berikut adalah bacaannya.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Taqobalallahu minna wa minkum.
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua.”
Namun ketika lebaran tiba, orang orang banyak menggunakan bacaan berikut ini.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.
Artinya: “Semoga Allah menerima kita dan kamu semua, puasa kita dan puasa kamu semua.”
Ataupun anda bisa menggunakan bacaan yang lebih panjang berikut ini.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin kullu ‘aamin wa antum bi khair.
Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu semua senantiasa dalam kebaikan.”
Makna di dalam bacaan di atas sangat dalam, karena bukan hanya sekadar ucapan selamat, tetapi juga doa agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadan diterima oleh Allah. Ucapan ini mencerminkan rasa syukur sekaligus harapan agar amal puasa, salat, sedekah, dan ibadah lainnya mendapatkan pahala. Selain itu, kalimat ini juga mengandung nilai kebersamaan karena mendoakan diri sendiri dan orang lain secara bersamaan.
Penggunaan Ucapan dalam Momen Lebaran
Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” biasanya digunakan saat perayaan Idul Fitri. Kalimat ini sering diucapkan bersamaan dengan “mohon maaf lahir dan batin” ketika saling bersalaman. Selain itu, ucapan ini juga banyak digunakan dalam pesan digital, seperti WhatsApp, Instagram, atau kartu ucapan Lebaran. Bahkan, tidak sedikit yang menjadikannya sebagai bagian utama dalam caption atau status media sosial.
Penggunaan kalimat ini menunjukkan bahwa Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang saling mendoakan dan mempererat silaturahmi. Dengan mengucapkan kalimat ini, umat Muslim tidak hanya menyampaikan selamat, tetapi juga berbagi harapan kebaikan. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi bagian penting dari budaya Lebaran. Ucapan sederhana ini memiliki makna yang luas, mengingatkan umat untuk selalu bersyukur, menjaga hubungan baik, dan terus meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan memahami bacaan Arab, arti, dan maknanya, diharapkan umat Muslim dapat menggunakan ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” dengan lebih tepat dan penuh kesadaran. Lebaran pun menjadi momen yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan kebersamaan.
Sumber referensi
https://kumparan.com/berita-terkini/tulisan-arab-taqabbalallahu-minna-wa-minkum-dan-artinya-yang-benar-22UMCw08Kn7/full










