Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai refleksi penting pascabencana banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kota Medan.
Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026) lalu.
Rico menilai, bencana yang terjadi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat pembangunan kota ke depan.
“Kita baru saja melewati bencana. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan dan sesama. Pembangunan infrastruktur harus diperkuat agar masyarakat lebih berdaya dan kota kita semakin tangguh ke depan,” ujar Rico Waas.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan di Kota Medan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
“Semua elemen harus dirangkul satu per satu dengan cara komunikasi yang berbeda-beda. Kita paham Medan ini sangat majemuk, jadi tidak bisa sekali jalan langsung selesai. Ini butuh proses terus-menerus,” jelas Rico Waas.
Selain itu, momentum Idulfitri juga dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan otokritik dalam proses pembangunan kota.
“Idulfitri ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali bersatu, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kota Medan yang kita cintai,” kata Rico Waas.










