Lebaran merupakan momen yang paling dinantikan oleh para perantau untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, bagi masyarakat asal Sumatera Utara (Sumut) yang merantau di berbagai daerah, tradisi mudik tahun ini dibayangi oleh kesedihan mendalam. Tingginya harga tiket pesawat menuju Medan dan sekitarnya menjadi tembok besar yang menghalangi niat mereka untuk pulang, hingga muncul perbandingan ironis bahwa biaya tiket tersebut sudah setara dengan harga satu unit sepeda motor.
Biaya Mudik Seharga Motor Baru
Salah satu warga yang merasakan pahitnya kondisi ini adalah Sari, seorang perantau asal Medan yang kini menetap di Batam. Sari menceritakan betapa terkejutnya ia saat melihat harga tiket pesawat rute Batam-Medan yang melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp3 juta per orang untuk sekali jalan. Dalam kondisi normal, harga tiket biasanya hanya berkisar di angka ratusan ribu rupiah. Bagi Sari yang berencana membawa keluarga besarnya, total biaya yang harus dikeluarkan menjadi sangat fantastis. Dengan total anggota keluarga mencapai enam orang, ia harus merogoh kocek belasan juta rupiah hanya untuk urusan transportasi pergi-pulang. “Kalau dikumpul-kumpul uang tiket itu, sudah bisa beli motor baru satu unit,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ketidakpastian jadwal cuti kantor membuatnya tidak bisa memesan tiket jauh-jauh hari, dan saat jadwal keluar, harga sudah tidak lagi masuk akal bagi kantong pekerja seperti dirinya.
Kegagalan Mencari Jalur Alternatif
Sari sebenarnya tidak tinggal diam. Ia sempat mencoba mencari alternatif transportasi yang lebih murah, yakni menggunakan kapal laut (Pelni). Namun, upaya tersebut sia-sia karena tiket kapal untuk jadwal keberangkatan menjelang Lebaran sudah ludes terjual sejak jauh-jauh hari. Keterbatasan opsi transportasi ini memaksa Sari dan keluarganya untuk mengurungkan niat pulang ke Sumut dan memilih merayakan Idul Fitri di perantauan.
Dilema Finansial Perantau Jakarta
Nasib serupa dialami oleh Wawan, seorang perantau di Jakarta. Ia harus menelan pil pahit karena harga tiket Jakarta-Medan yang biasanya berada di kisaran Rp1,2 juta, kini melambung hingga Rp3,5 juta per orang. Baginya, angka tersebut sangat memberatkan, terutama jika harus membawa istri dan anak. Wawan sempat terpikir untuk pulang sendirian, namun ia merasa tidak tega meninggalkan anak dan istrinya merayakan Lebaran di Jakarta tanpa kehadirannya.
Kesimpulan
Fenomena ini menunjukkan bahwa mudik kini menjadi kemewahan yang sulit dijangkau bagi sebagian kelas pekerja. Meskipun pemerintah sering mengimbau penyediaan transportasi murah, kenyataan di lapangan menunjukkan lonjakan harga yang tak terkendali saat musim puncak. Akhirnya, para perantau ini hanya bisa mengobati rindu melalui panggilan video (video call), sementara impian untuk mencium tangan orang tua di Sumut harus tertunda akibat harga tiket yang “setinggi langit”.
Sumber
https://www.detik.com/sumut/berita/d-8407849/cerita-warga-sedih-tak-bisa-mudik-ke-sumut-gegara-tiket-mahal-bisa-beli-motor










