Puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setelah selesai melaksanakan ibadah Ramadhan. Selain itu, sebagian umat Muslim juga masih memiliki kewajiban untuk mengganti puasa Ramadhan yang sempat tertinggal karena uzur seperti sakit, haid, atau perjalanan jauh. Banyak yang kemudian bertanya apakah niat puasa Syawal dapat digabung dengan puasa qadha Ramadhan, serta bagaimana bacaan niatnya masing-masing. Melalui panduan lengkap ini, masyarakat dapat memahami bacaan niat, terjemahannya, hingga hukum menggabungkan dua jenis puasa tersebut dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Niat Puasa Syawal Sekaligus Qadha Ramadhan
Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Niatnya dapat dibaca pada malam hari atau menjelang terbit fajar. Berikut niat puasa Syawal yang benar:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَعَنْ صَوْمَ شَوَّال لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu Shouma Ghadin ‘An Qadhooi Fardhi Syahri Romadhona wa ‘An shauma Syawwal Lillahi Ta’ala
Artinya: Saya niat puasa esok hari dari mengqadha pardhu bulan ramadhan dan puasa syawal karena Allah Ta’ala.”
Penjelasan Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Qadha
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah boleh menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha Ramadhan dalam satu puasa. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda. Melansir dari laman rctiplus.com, Ustaz Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul “Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, Imam Syihabudin Ar Ramli (w 957 H), ulama kenamaan dari Mazhab Syafi’i abad ke 10 dalam kitab Fatawa Ar Ramliy mengatakan, diperbolehkan menggabungkan niat puasa syawal dengan qadha ramadhan dan keduanya mendapatkan pahala.
Meski begitu, mayoritas ulama sepakat bahwa puasa qadha lebih utama untuk didahulukan dibanding mengejar puasa sunnah Syawal. Bila seseorang ingin mendapatkan keutamaan pahala puasa Syawal secara sempurna, sebaiknya ia melakukan keduanya secara terpisah. Namun bagi yang memiliki sedikit waktu atau kondisi tertentu, menggabungkan niat tetap menjadi pilihan yang diperbolehkan menurut sebagian pendapat.
Bacaan Niat Puasa Syawal Lengkap dalam Arab, Latin, dan Terjemahan
Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Niatnya dapat dibaca pada malam hari atau menjelang terbit fajar. Berikut niat puasa Syawal yang benar:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Syawwālin sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat puasa Syawal sunnah karena Allah Taala.”
Puasa ini memiliki keutamaan besar, salah satunya disebutkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa orang yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, pahalanya seperti berpuasa setahun penuh. Karena itu, banyak umat Islam yang bersemangat untuk menunaikan amalan ini setelah hari raya Idul Fitri.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan
Bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan, wajib menggantinya di hari selain Ramadhan sebelum tiba Ramadhan berikutnya. Niat puasa qadha harus dilakukan dengan jelas karena termasuk ibadah wajib. Berikut niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an qadā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Taala.”
Puasa qadha memiliki hukum yang tidak boleh ditunda tanpa alasan. Jika masih memiliki hutang puasa, sebaiknya segera diselesaikan sebelum memasuki Ramadhan berikutnya agar tidak menumpuk dan menjadi beban.
Kesimpulan
Dengan memahami bacaan niat dan hukumnya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Puasa Syawal dan qadha sama-sama memiliki keutamaan, sehingga keduanya dapat menjadi kesempatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah setelah Ramadhan berakhir.
Sumber referensi
https://www.rctiplus.com/news/detail/inews/5346423/niat-puasa-syawal-sekaligus-qadha-ramadhan–teks-arab-dan-artinya










