Warga Jalan Turi, tepatnya di sekitar SPPG Jalan Turi No. 66, Kelurahan Sidorejo I, Kecamatan Medan Kota melayangkan protes keras terhadap proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat sekitar. Sejak awal pembangunan, warga mengaku telah mengajukan lamaran kerja dengan harapan dapat bekerja di lokasi tersebut. Namun, saat proses hampir rampung, mayoritas tenaga kerja yang diterima justru berasal dari luar lingkungan.
Salah satu warga, yang menjadi Pelamar Evitan Boru Simangunsong, menegaskan bahwa warga setempat sudah lebih dulu mengajukan lamaran sebelum adanya pelamar dari luar.
Ia menjelaskan jumlah warga yang melamar cukup banyak dan seluruhnya berasal dari sekitar lokasi SPPG.
“Jadi, ada 26 orang ini kami warga sudah membuat lamaran, sudah duluan, belum ada orang luar. 26 orang,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Namun setelah proses pembangunan hampir selesai, hasil rekrutmen dinilai tidak sesuai harapan warga.
Ia mengungkapkan hanya sebagian kecil yang diterima bekerja di lokasi tersebut.
“Ternyata, sesudah sudah mau selesai, masa cuma hanya tiga orang diterima warga setempat di sini?” katanya.
Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan bahwa peluang kerja tidak diprioritaskan untuk masyarakat sekitar.
Ia menyebut sebagian besar pekerja justru berasal dari luar wilayah Jalan Turi.
“Selebihnya warga luar, jauh dari tempat di sini,” tambahnya.
Sebagai bentuk kekecewaan, warga menyampaikan ancaman jika tuntutan tidak dipenuhi.
Ia menegaskan sikap warga yang menolak kondisi tersebut.
“Kami warga tidak terima! Kalau tidak ada warga di sini, 26 orang itu, kami minta MBG ini ditutup!” tegasnya.










