Keterbatasan lapangan pekerjaan membuat warga di sekitar SPPG Jalan Turi No. 66, Kelurahan Sidorejo I, Kecamatan Medan Kota mendesak agar tenaga kerja lokal diprioritaskan. Warga berharap keberadaan SPPG dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan.
Pelamar, Evitan Boru Simangunsong menyampaikan bahwa kebutuhan ekonomi menjadi alasan utama warga memperjuangkan hak mereka untuk bekerja di lokasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa banyak warga sangat bergantung pada peluang kerja tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami kan butuh pekerja, kami kan butuh kerja, butuh anak mau sekolah,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi warga yang merasa tidak diakomodasi dalam rekrutmen.
Menurutnya, kebijakan penerimaan tenaga kerja seharusnya berpihak pada masyarakat sekitar lokasi usaha.
“Tolonglah Pak Prabowo, Presiden, tolong Pak! Warga setempat harus diutamakan, jangan warga yang jauh,” katanya.
Ia kembali menekankan jumlah pelamar lokal yang cukup banyak sejak awal.
Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
“26 orang. 26 orang, yang diterima cuma 3 orang. Yang kami tahu dari awal kami 26 orang kami mendaftar,” ujarnya.
Sebagai bentuk tekanan, warga juga menyampaikan ancaman terhadap keberlangsungan operasional.
Ia menyebut penutupan sebagai opsi jika tuntutan tidak dipenuhi.
“Kami warga tidak terima! Kalau tidak ada warga di sini, 26 orang itu, kami minta MBG ini ditutup!” tambahnya.










