BMKG akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kabar fenomena El Nino “Godzilla” yang ramai diperbincangkan dan disebut akan berdampak ke Indonesia. Istilah ini viral karena dikaitkan dengan potensi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang.
BMKG: El Nino “Godzilla” Bukan Istilah Ilmiah
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, istilah “Godzilla” tidak termasuk terminologi ilmiah dalam klimatologi. Secara resmi, El Nino hanya dibagi menjadi tiga kategori: lemah, moderat, dan kuat.
BMKG memprediksi peluang terjadinya El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026 berada di kisaran 50–60 persen.
Apakah El Nino “Godzilla” Akan Terjadi di Indonesia?
Isu El Nino Godzilla muncul setelah BRIN menyebut kemungkinan kombinasi fenomena El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini berpotensi menyebabkan:
- Musim kemarau lebih panjang
- Curah hujan menurun drastis
- Suhu udara lebih panas dari normal
Fenomena ini terjadi karena awan hujan lebih banyak bergerak ke wilayah Samudra Pasifik, sehingga Indonesia mengalami cuaca lebih kering.
Pengertian El Nino dan Dampaknya bagi Indonesia
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya terhadap Indonesia cukup signifikan, meliputi:
- Penurunan curah hujan
- Musim kemarau lebih panjang
- Peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan
Sebagai catatan, istilah “Godzilla” hanya digunakan secara informal untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat.
Sejarah Istilah El Nino “Godzilla”
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada 2015. Ia menggunakan kata “Godzilla” untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang luar biasa besar, salah satu yang terkuat sejak 1950.
Prediksi BMKG: Cuaca Indonesia 2026
Dilansir dari health.detik.com, Berdasarkan data BMKG, saat ini kondisi iklim global masih berada pada fase netral dengan indeks ENSO sekitar -0,28 dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun 2026.
Masyarakat tetap perlu waspada karena:
- Peluang El Nino meningkat di semester kedua 2026
- Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dari normal di sebagian besar wilayah Indonesia
- Sekitar 57,2% wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau lebih panjang
- Sebagian besar daerah akan mengalami kondisi kemarau bawah normal, sementara hanya sebagian
- kecil wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan lebih tinggi
Kesimpulan
BMKG menegaskan bahwa istilah El Nino “Godzilla” bukan istilah ilmiah, melainkan sebutan informal untuk El Nino yang sangat kuat. Prediksi BMKG menunjukkan kemungkinan terjadinya El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026, yang dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang, curah hujan menurun, dan suhu udara lebih panas di sebagian besar wilayah Indonesia. Masyarakat disarankan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut.
Sumber
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8417113/bmkg-buka-suara-soal-el-nino-godzilla-disebut-otw-ri?page=2










