Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak mengalami perubahan per 2 April 2026. Kebijakan ini mencakup seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Adapun harga yang berlaku saat ini adalah:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter
Keputusan ini dinilai strategis karena kedua jenis BBM tersebut menjadi tulang punggung sektor transportasi dan distribusi barang di Indonesia. Dengan harga yang tetap, tekanan inflasi domestik dapat ditekan agar tetap terkendali.
Daftar Harga BBM Pertamina di DKI Jakarta
Untuk BBM non-subsidi, Pertamina juga tidak melakukan penyesuaian harga dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Berikut rincian harga terbaru:
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Meski terdapat variasi harga di beberapa daerah akibat perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan biaya distribusi, secara nasional harga BBM masih menunjukkan tren yang stabil.
Harga BBM SPBU Swasta Ikut Stabil
Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR juga tidak melakukan perubahan harga signifikan pada awal April 2026. Beberapa harga BBM swasta yang berlaku:
- Shell Super (RON 92): sekitar Rp12.390 per liter
- Revvo 92 (Vivo) dan BP 92: kisaran harga serupa
- Shell V-Power Diesel & BP Ultimate Diesel: sekitar Rp14.620 per liter
Stabilnya harga di SPBU swasta menunjukkan bahwa mekanisme pasar masih berjalan seimbang dengan pengawasan dari pemerintah.
Imbauan Pemerintah dan Outlook Harga BBM
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial. Ia juga menegaskan pentingnya menghindari panic buying yang dapat mengganggu distribusi energi nasional. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP). Kenaikan harga minyak global sebesar 1 dolar AS saja dapat berdampak besar terhadap beban subsidi dalam APBN.
Kesimpulan
Tidak ada kenaikan harga BBM di seluruh SPBU Indonesia per 2 April 2026, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan biaya transportasi dalam waktu dekat.
Sumber
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260402073434-4-723398/harga-bbm-resmi-terbaru-di-semua-spbu-ri-berlaku-2-april-2026


Komentar