Harga emas global menutup perdagangan bulan Maret dengan kenaikan signifikan. Meski demikian, sepanjang bulan tersebut emas masih harus menerima kenyataan bahwa nilainya jatuh cukup dalam. Harga emas dunia pada Selasa (31/3/2026) ditutup menguat di level US$ 4.891,3 per troy ons, melonjak 3,9% dibandingkan penutupan sebelumnya. Angka ini sekaligus menjadi posisi tertinggi sejak 18 Maret.
Penguatan ini juga menandai kenaikan emas selama tiga hari berturut-turut, dengan total lonjakan mencapai hampir 12%. Kenaikan beruntun tersebut menunjukkan adanya dorongan kuat dari pasar, terutama setelah tekanan yang terjadi di awal dan pertengahan bulan.
Koreksi Bulanan Terdalam Sejak 2008
Meski mampu bangkit dalam beberapa hari terakhir perdagangan, emas tetap mencatatkan penurunan bulanan yang signifikan. Sepanjang Maret, harga emas terkoreksi sekitar 12%, menjadikannya penurunan bulanan terdalam sejak krisis finansial global pada 2008. Penyebab utama tekanan terhadap harga emas adalah gejolak konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memanas sejak akhir Februari. Hingga kini belum ada tanda-tanda perdamaian, membuat ketidakpastian global meningkat.
Dampak Perang Terhadap Harga Energi dan Inflasi Dunia
Perang yang berlangsung membuat harga minyak dunia meroket. Dalam sebulan terakhir, harga minyak Brent naik 43,38%. Kenaikan drastis ini mendorong kekhawatiran akan lonjakan inflasi global, sehingga banyak bank sentral menunda rencana pelonggaran kebijakan moneter. Prospek penurunan suku bunga menjadi semakin tipis. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) yang biasanya bersinar ketika suku bunga rendah.
Analisis Teknikal
Dilansir dari laman bloombergtechnoz.com, peluang emas menguat di April, berikut adalah analisis teknikalnya :
Indikator RSI Masih Mengarah ke Bullish
Dalam tinjauan teknikal bulanan, emas masih menunjukkan kecenderungan bullish. RSI 14 hari berada pada level 75, menandakan tren bullish yang kuat. Namun, posisi ini juga menunjukkan kondisi overbought karena RSI telah berada di atas 70.
Stochastic RSI Menyentuh Level Jenuh Jual
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah berada di posisi 0, mengindikasikan kondisi oversold yang ekstrem. Kombinasi ini membuka peluang harga emas untuk kembali menguat.
Prediksi Pergerakan Harga Bulan Ini
Harga emas diperkirakan bergerak naik pada April, dengan pivot point di US$ 4.738 per troy ons. Dari titik ini, emas berpotensi menguji beberapa level resisten, yaitu:
- Resisten 1: US$ 4.772 per troy ons (MA5)
- Resisten 2: US$ 4.817 – US$ 5.377 per troy ons
- Target Optimistis: US$ 6.698 per troy ons
Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, emas berisiko turun menuju:
- Support 1: US$ 4.575 per troy ons
- Support 2: US$ 4.234 – US$ 3.737 per troy ons
- Target Pesimistis: US$ 2.0715 per troy ons
Kesimpulan
Penutupan Maret memperlihatkan dua sisi berbeda bagi pasar emas. Meski berhasil naik selama tiga hari terakhir dan mencatat level tertinggi dalam dua minggu, emas tetap mencatatkan koreksi bulanan terbesar sejak 2008. Konflik geopolitik, lonjakan harga energi, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga menjadi faktor utama tekanan harga.
Secara teknikal, berbagai indikator menunjukkan bahwa emas masih dalam tren bullish, namun kondisi overbought dan oversold yang ekstrem memberikan sinyal bahwa pergerakan harga di April akan sangat bergantung pada sentimen pasar global. Emas berpeluang menguat, tetapi risiko penurunan tetap besar terutama jika ketegangan geopolitik meningkat atau inflasi global mendorong suku bunga bertahan tinggi.
Sumber referensi
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/104607/simak-ramalan-harga-emas-di-april-saatnya-jual-atau-beli/2


Komentar