Sebuah daftar terbaru tentang negara paling sopan di dunia kembali menarik perhatian. Hasilnya mengejutkan, karena Indonesia, yang dikenal ramah, tidak masuk dalam 20 besar. Survei ini dilakukan oleh layanan keuangan Remitly dan melibatkan sekitar 4.600 responden dari 26 negara, untuk menilai persepsi masyarakat terhadap kesopanan, termasuk perlakuan terhadap orang lain dan wisatawan.
Survei Kesopanan Dunia 2026
Dilansir Time Out, penelitian ini menyoroti bagaimana masyarakat di berbagai negara mengekspresikan sopan santun. Survei menilai perilaku sehari-hari, seperti penggunaan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, serta sikap menghargai orang lain.
Jepang, Negara Paling Sopan di Dunia
Jepang menempati posisi pertama dengan 35,15 persen responden menilai kesopanan masyarakatnya sangat tinggi. Budaya menghormati orang lain, disiplin, dan menjaga keharmonisan sosial menjadi nilai utama masyarakat Jepang. Salah satu contohnya adalah membungkuk saat menyapa, yang diajarkan sejak kecil.
Negara-negara Lain di Peringkat Atas
Di posisi kedua, ada Kanada (13,5 persen), dan posisi ketiga ditempati Inggris (6,23 persen). Kedua negara ini terkenal dengan kebiasaan sosial yang sopan, seperti mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari, meski dalam situasi ringan.
Selain itu, masyarakat Inggris juga dikenal tertib, terutama saat antrean, dan memiliki penghormatan tinggi terhadap orang lain.
Indonesia Belum Masuk 20 Besar
Meski sering dianggap masyarakat ramah, Indonesia belum masuk dalam daftar 20 negara paling sopan versi survei ini. Penilaian tersebut berdasarkan persepsi responden internasional, sehingga bisa berbeda dengan pandangan umum yang berlaku di dalam negeri.
Daftar 20 Negara Paling Sopan Dunia 2026
- Jepang
- Kanada
- Inggris
- China
- Jerman
- Filipina
- Swedia
- Denmark
- Finlandia
- Afrika Selatan
- Australia dan Swiss
- Amerika Serikat
- India
- Irlandia
- Selandia Baru
- Norwegia
- Belanda
- Thailand dan Prancis
- Brasil
- Spanyol
Kesimpulan
Kesopanan diukur dari berbagai aspek, mulai dari kebiasaan berbahasa hingga perilaku sosial sehari-hari. Jepang tetap menjadi acuan utama dalam tata krama dan etika, sementara negara-negara Barat menonjol lewat kebiasaan sederhana yang konsisten. Meskipun Indonesia belum masuk daftar, reputasi masyarakat yang ramah tetap menjadi nilai positif yang diakui dunia.


Komentar