Kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Tembung, Sumatera Utara, diduga dipicu oleh konflik pribadi yang telah berlangsung cukup lama antara pelaku dan korban. Seorang pria bernama Ishak harus kehilangan nyawanya setelah menjadi korban penganiayaan yang berujung fatal, Selasa (7/4/2026).
Insiden ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga membuka fakta bahwa motif dendam yang dipendam dalam waktu lama dapat berujung pada tindakan kekerasan yang tidak terkendali.
Kapolsek Medan Tembung, RAS Maju Tarigan, mengungkapkan bahwa motif pelaku terungkap setelah dilakukan pemeriksaan intensif.
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa pelaku menyimpan rasa kesal terhadap korban.
“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa tindakan tersebut dilakukan karena adanya rasa dendam terhadap korban,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa konflik tersebut dipicu oleh tuduhan yang kerap dilontarkan korban.
“Korban sering menuduh pelaku melakukan tindak pencurian, sehingga menimbulkan konflik berkepanjangan,” lanjutnya.
Menurutnya, akumulasi konflik tersebut akhirnya berujung pada tindakan kekerasan.
“Karena rasa sakit hati yang terus berlarut, pelaku akhirnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tegasnya.


Komentar