Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki kesiapan diri, baik secara lahir maupun batin. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah, memperbanyak amal kebaikan, serta menata niat agar ibadah puasa dapat dijalani dengan penuh keikhlasan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa menjelang Ramadan. Doa-doa ini menjadi sarana memohon keberkahan, perlindungan, serta kekuatan agar dapat menjalani Ramadan dengan lancar dan penuh makna.
Doa Memasuki Bulan Ramadan
Mengutip buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT? karya Alexander Zulkarnaen, para Salafushshalih telah membiasakan diri berdoa sejak jauh hari agar dipertemukan dengan bulan Ramadan. Mu’alla bin Al-Fadhl menjelaskan:
“Adalah para sahabat berdoa kepada Allah SWT enam bulan sebelum datangnya Ramadan, agar usia mereka sampai di bulan Ramadan. Kemudian mereka berdoa kepada Allah SWT enam bulan setelah bulan Ramadan, agar apa yang dilakukan di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.” (Lathaif Al Maarif).
Yahya bin Abi Katsir dalam kitab Lathaif Al Ma’arif menyebutkan salah satu doa yang dibaca para Salafushshalih sebagai berikut:
اللَّهُمْ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلَّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَلاً
Allāhumma sallimnī ilā Ramaḍāna wa sallim lī Ramaḍāna wa tasallamhu minnī mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah diriku hingga Ramadan, ya Allah, selamatkanlah Ramadan untuk diriku, ya Allah selamatkanlah bulan Ramadan untukku sebagai amal yang diterima.”
Doa Menyambut Datangnya Ramadan
Dari Abu ‘Utsman an-Nahdi diceritakan bahwa saat Ramadan tiba, Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca. Rasulullah SAW kemudian bersabda agar membaca doa berikut:
اللهمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, mencintai ‘maaf’, maka maafkanlah diriku.”
(Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani, Kitab ad-Du’aa, hal 1226–1227)
Doa Awal Menyambut Hilal Ramadan
Doa ini dibaca ketika pertama kali melihat hilal Ramadan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan kebaikan.
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ (وفي رواية بِاليُمْنِ) والإِيمَانِ، وَالسَّلَامِ وَالإِسْلامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تَحِبُّ وَ تَرْضَى ربي (وفي رواية رَبُّنَا) وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allāhu akbar. Allāhumma ahillahu ‘alainā bil-amni (wa fī riwāyatin: bil-yumni) wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā tuḥibbu wa tarḍā. Rabbī (wa fī riwāyatin: Rabbunā) wa rabbukallāh.
Artinya: “Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini membawa keamanan (riwayat lain keberuntungan), keimanan, keselamatan, keislaman, petunjuk bagi amal yang Engkau suka dan restui. Tuhanku (Tuhan kami) dan Tuhanmu wahai bulan adalah Allah.”
Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadan
Doa ini biasa dibaca sejak bulan Rajab dan Sya’ban sebagai bentuk harapan agar Allah SWT menyampaikan usia hingga bulan Ramadan.
اللَّهمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allāhumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya’bāna wa ballighnā Ramaḍān.
Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah usia kami (untuk menemui) Ramadan.”
(HR. Baihaqi)
Doa Malam Pertama Ramadan
Berdasarkan buku Zikir-zikir Ramadhan Ajaran Nabi karya Tim Zahra, Imam Ja’far ash-Shadiq meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut saat memasuki malam pertama Ramadan:
اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَان اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَ جَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِك لَنَا شَهْرٍ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ هِ وَ صَلَوَاتِهِ وَ تَقَبَّلْهُ مِنَّا
Latin: Allâhumma shalli alâ Muhammadin wa âli Muhammad. Allâhumma innahu qad dakhala syahru ramadhân(a) Allâhumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a) Allâhumma rabba syahri ramadhanal-ladzi anzalta fihil-qur’ân(a) Wa ja’altahu bayyinâtin minal-huda wal-furqan(i). Allâhumma fabárik laná fi syahri ramadhana wa a’inna ‘ala shiyamihi wa shalawatihi wa taqabbalhu minna.
Artinya: Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.
Doa Rasulullah SAW Memohon Ketenangan Ramadan
Masih dari sumber yang sama, Rasulullah SAW mengajarkan doa tarhib Ramadan yang bertujuan menenangkan dan melapangkan hati saat menyambut bulan suci.
اللَّهمَّ أَهِلَهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبِّكَ اللَّه
Allahumma Ahillahu ‘alaina bilyumni wal iman wassalamati wal Islam robii wa robbukallah.
“Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadan untuk kami dengan penuh ketenangan (aman) dan penuh keimanan, dan dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.”
(HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi)
Kesimpulan
Membaca doa menjelang Ramadan merupakan bentuk persiapan spiritual agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan. Dengan memohon perlindungan, ampunan, serta kekuatan kepada Allah SWT, umat Muslim diharapkan mampu memaksimalkan setiap amalan di bulan suci Ramadan.
doa menjelang ramadan, doa menyambut ramadan, doa sebelum ramadan, doa hilal ramadan, doa malam pertama ramadan, doa ramadan arab latin arti
sumber: https://medan.tribunnews.com/tribun-medan-wiki/1781208/bacaan-niat-shalat-tarawih-lengkap-arab-latin-dan-artinya?page=all

















