Dalam momentum pelantikan pimpinan baru UMSU, isu kepemimpinan menjadi sorotan utama. Ketua Umum PP Muhammadiyah menegaskan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini menuntut hadirnya sosok pemimpin yang tidak hanya administratif, tetapi juga mampu membaca masa depan dan menggerakkan seluruh potensi institusi, Selasa (28/4/2026).
Haedar Nashir menekankan pentingnya kepemimpinan visioner.
“Setiap orang punya potensi, tetapi tidak semua mampu menggerakkannya. Tanpa mobilisasi, institusi akan berjalan lambat,” ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan menjadi kunci utama.
“Keberhasilan organisasi pada akhirnya bermuara pada kualitas kepemimpinannya,” katanya.
Menurutnya, kader Muhammadiyah harus berpikir maju.
“Kita harus meneladani pemikiran progresif Ahmad Dahlan dalam membangun peradaban,” ucapnya.
Ia juga menegaskan dimensi moral. Bahwa kepemimpinan bukan sekedar moral dan jabatan.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus diwujudkan dalam kerja nyata,” tegasnya.


Komentar