Sholat Dhuha adalah shalat sunnah muakkadah yang utama, dilaksanakan pada pagi hari (saat matahari meninggi hingga sebelum zhuhur) dengan manfaat yang luar biasa, yaitu di hapuskan dosa walau sebanyak buih di lautan. Ibadah ini mencukupi sedekah 360 persendian tubuh, di cukup kan kebutuhan, melancarkan datang nya rezeki, dan bagi yang konsisten, bisa mendapat kan seperti pahala umrah/haji atau dibangunkan istana di surga nya allah swt.
Maanfaat Shalat Dhuha
Manfaat sholat Dhuha yang di syri’at kan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah ;
- Sedekah Bagi Seluruh Persendian ; anggota tubuh manusia mempunyai 360 persendian yang setiap hari nya harus mengeluar kan sedekah. dua rakaat shalat dhuha sebanding dengan sedekah bagi seluruh persendian.
- Dibangun Istana Di Surga ; melaksanakan shalat dhuha sebanyak 12 rakaat akan mendapat kan ganjaran di bangun kan rumah /istana di surga.
- Penggugur Dosa ; Allah SWT akan menghapus dosa-dosa orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha, walau pun dosa sebanyak buih di lautan.
- Dicukupkan Kebutuhan [rezeki] ; shalat dhuha adalah waktu untuk meminta rezeki. diriwayat kan bahwa allah berjanji untuk mencukup kan rezeki hamba nya di ujung siang jika melaksana kan shalat dhuha di awal siang.
- Termasuk Golongan Awwabin: Shalat dhuha sering disebut Shalat Awwabin, yaitu ibadah orang-orang yang kembali taat dan bertaubat kepada Allah SWT.
Pahala Sebanding Haji dan Umrah: Jika shalat subuh berjamaah diikuti dzikir hingga matahari terbit dan dilanjutkan shalat dhuha 2 rakaat, maka pahalanya seperti haji dan umrah yang sempurna.
Waktu dan Jumlah Rakaat
Dilansir dari gontor.ac.id, Menurut Quraish Shihab dalam kitab Al-Mishbah, waktu pelaksanaan shalat Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit dan mulai naik meninggalkan titik terbitnya, hingga menjelang waktu tengah hari (zuhur).
Sementara itu, Ar-Rahbawi menjelaskan bahwa waktu shalat Dhuha dimulai saat matahari telah naik kira-kira setinggi satu tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit), dan berakhir ketika matahari tergelincir ke arah barat. Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah setelah seperempat siang berlalu.
Pendapat ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW bersabda:
صَلاَةُ الْأَوَّابِيْنَ حِيْنَ تَرْمَضُ الْفِصَال
Artinya: “Shalat awwabin (shalatnya orang-orang yang kembali atau bertaubat kepada Allah) adalah ketika anak unta mulai merasakan panasnya matahari.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa waktu terbaik shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah mulai terasa panas, yakni menjelang pertengahan siang.
Cara Mengerjakan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat. Namun, jumlah rakaatnya dapat ditambah menjadi empat, delapan, bahkan hingga dua belas rakaat sesuai kemampuan.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim (no. 1176), dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat, dan beliau terkadang menambah sesuai kehendak Allah.”
Dari hadis ini dapat dipahami bahwa jumlah rakaat shalat Dhuha bersifat fleksibel dan tidak dibatasi, selama dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
kesimpulan
hendak nya kita untuk melaksanakan shalat dhuha setiap hari, shalat dhuha mengandung banyak manfaat di dalam nya, maka dari itu kerjakan lah shalat dhuha , dan bahwasan nya kita memiliki 360 persendian yang ada di dalam tubuh kita untuk di sedekah kan.

















