Al-Qur’an menjadi kitab suci sekaligus kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah SAW lewat perantara malaikat Jibril. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi makhluk-Nya selama di dunia dan di akhirat nanti. Oleh sebab itu, saat membaca kitab suci ini membutuhkan cara terbaik tanpa melanggar adab-adab yang berlaku.
Adab membaca Al-Qur’an meliputi bersuci (berwudhu), menghadap kiblat, menggunakan pakaian bersih, membaca Ta’awudz dan Basmalah, serta tartil (tidak tergesa-gesa). Penting untuk membaca dengan tenang, meresapi maknanya (tadabbur), tidak tertawa/mengobrol, dan menggunakan suara yang baik tanpa mengganggu orang lain.
Macam-Macam Adab Membaca Al-Qur’an
Kitab suci Al-Qur’an perlu diistimewakan dengan baik oleh semua umat manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu, ketika membaca Al-Qur’an juga tidaklah boleh main-main. Saat membacanya tentu perlu menerapkan adab membaca ayat Al-Qur’an dengan baik. Berikut adalah beberapa adabnya.
- Membersihkan Mulut
Salah satu hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an adalah dengan membersihkan mulut terlebih dahulu. Hal ini tentu saja dikarenakan bahwa mulut bisa menjadi tempat makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf dalam Al-Qur’an. Bisa dikatakan bahwa membersihkan mulut sebelum membaca Al-Qur’an hukumnya sunnah. Dalam kondisi mulut yang bersih tentu membaca Al-Qur’an akan terasa lebih nyaman dan percaya diri. Membersihkan mulut bisa dilakukan dengan cara berkumur serta menggosok gigi. - Bersuci
Seseorang yang sedang berwudhu untuk membersihkan diri dari hadas dan najis
Sebelum membaca Al-Qur’an juga perlu bersuci terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan bersuci disini bukan hanya sekedar pakaian saja yang bersih melainkan juga kondisi tubuh. Ada baiknya untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum membaca kitab suci umat Islam ini. - Duduk Menghadap Kiblat
Al-Qur’an yang terbuka untuk dibaca
Selanjutnya, adab membaca Al-Qur’an adalah dengan duduk menghadap kiblat. Karena Al-Qur’an merupakan salah satu hal penting bagi agama Islam dan juga kegiatan membacanya adalah ibadah, maka sudah sebaiknya untuk melakukan hal ini dengan menghadap kiblat. - Membaca Ta’awudz
Adab sebelum membaca Al-Qur’an adalah dengan melakukan bacaan ta’awudz terlebih dahulu. Bacaan ini tentunya sangat penting dilakukan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk. Walaupun hukum membacanya adalah sunnah, akan tetapi sebaiknya dilakukan sebelum membaca Al-Qur’an. - Tartil
Adab berikutnya yang bisa dilakukan ialah memperhatikan cara membaca kitab suci Al-Qur’an dengan baik dan benar. Jangan lupa untuk memilih tempat tenang untuk membaca kitab suci ini sehingga nantinya ketika membaca Al-Qur’an bisa semakin khusyuk. Selain itu, juga penting sekali untuk membacanya dengan cara yang perlahan atau tartil. Maksud dari tartil sendiri adalah membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan ilmu tajwid secara baik dan benar. - Memegang Al-Qur’an dengan Tangan Kanan
Memegang al quran dengan tangan kanan Seorang remaja yang sedang membawa Al-Qur’an
Tata cara membaca Al’Qur’an yang benar berikutnya adalah dengan memegang kitab suci ini menggunakan tangan kanan. Dengan memenuhi sunnah Rasulullah SAW, maka ada baiknya untuk memegang Al-Qur’an dengan tangan kanan ketika membaca kitab suci tersebut. Rasulullah SAW senantiasa menggunakan tangan kanan ketika mengerjakan segala sesuatu yang baik. Oleh sebab itu, gunakanlah tangan kanan juga ketika membaca Al-Qur’an. - Memperhatikan dengan Baik Hukum Tajwid
Ketika membaca kitab suci Al-Qur’an juga penting sekali untuk memperhatikan tajwid dengan baik. Terlebih lagi bahasa Arab yang menjadi bahasa Al-Qur’an merupakan bahasa yang cukup sulit dipahami. Bahasa Arab merupakan bahasa yang cukup kompleks sehingga ketika terdapat sedikit saja kesalahan, maka bisa mengandung makna yang berbeda. - Beristirahat Saat Mengantuk
Adab tata cara membaca Al-Qur’an berikutnya adalah dengan beristirahat terlebih dahulu ketika mengantuk. Jika sudah mengantuk saat membaca Al-Qur’an, ada baiknya untuk berhenti terlebih dahulu. - Menutup dengan Doa
Selanjutnya, setelah selesai membaca Al-Qur’an sudah sebaiknya untuk menutupnya dengan bacaan doa. Berdoa setelah membaca AL-Qur’an dilakukan agar senantiasa seseorang memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Membaca Al-Qur’an tentunya mampu memberikan banyak sekali manfaat baik. Misalnya, memperoleh pahala yang berasal dari Allah SWT. Bahkan ketika sudah berniat saja, seseorang sudah bisa mendapatkan pahala. Sungguh indah sekali agama Allah SWT. - Membaca Al-Qur’an dengan Khusyuk
Jangan lupa untuk membaca Al-Qur’an dengan khusyuk. Adab dan tata cara membaca Al-Qur’an seperti ini tentu harus dilakukan. Bahkan, ketika sedang mengerjakan ibadah lainnya seseorang juga harus khusyuk. Apalagi ketika membaca Al-Qur’an. Sebisa mungkin untuk memastikan diri agar terus fokus membaca Al-Qur’an tanpa gangguan. Bacalah dengan penuh perasaan dan hayati setiap ayatnya dengan baik. Dengan demikian, maka seseorang bisa terus memahami makna setiap ayat Al-Qur’an dengan benar. Adab membaca Al-Qur’an memang begitu beragam. Mulai dari membersihkan mulut, bersuci hingga ditutup dengan bacaan doa setelah selesai membaca Al-Qur’an. Bacalah kitab suci umat Islam ini dengan hati bersih dan khusyuk untuk menuai pahala yang lebih banyak lagi.
Kesimpulan
Dengan mengikuti adab-adab ini, membaca Al-Qur’an menjadi ibadah yang lebih khusyuk dan mendatangkan keberkahan.
Sebagai kitab suci agama Islam, kaum muslim hendaknya memperhatikan sejumlah adab saat membaca Al-Qur’an. Beradab dalam membacanya di sini dimaksudkan untuk mengagungkan kalam Allah SWT, lagi wahyu yang diturunkan kepada Nabi SAW.
Rasulullah SAW melalui sabdanya mengemukakan bahwa membaca Al-Qur’an termasuk ibadah paling baik.
Diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir, beliau SAW menuturkan:
أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR Baihaqi)
Sumber
https://mahad.bimbinganislam.com/blog/adab-membaca-al-qur’an

















