Berita Info
Beranda / Info / Penadah Motor Curian Simpan Enam Unit: Disembunyikan di Area Ladang

Penadah Motor Curian Simpan Enam Unit: Disembunyikan di Area Ladang

Pengungkapan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan tidak hanya mengarah kepada pelaku utama pencurian, tetapi juga membuka praktik penadahan kendaraan hasil kejahatan yang diduga telah berlangsung cukup lama. Dari hasil pengembangan kasus, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial OCOL yang diduga berperan sebagai penadah motor curian dari sejumlah pelaku curanmor di Kota Medan dan sekitarnya, Jumat (8/5/2026).

Dalam penggerebekan yang dilakukan di kawasan Pasar I Tambak Rejo, Amplas, petugas menemukan enam unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian. Kendaraan-kendaraan tersebut ditemukan disembunyikan di area ladang untuk menghindari pantauan aparat kepolisian. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian kendaraan bermotor yang lebih luas di balik praktik penadahan tersebut.




Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan IPTU Ramadhani Bimo Setiadi, S.Tr.K., M.H., CPHR., CBA menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan terhadap pelaku curanmor yang lebih dahulu diamankan oleh tim gabungan Resmob dan JCS Polrestabes Medan.

“Setelah pelaku utama berhasil kami amankan dan dilakukan interogasi awal, pelaku mengakui bahwa sepeda motor hasil curian tersebut dijual kepada seorang penadah yang diketahui berinisial OCOL. Dari pengakuan itu, tim langsung bergerak cepat melakukan pengembangan untuk memastikan keberadaan penadah sekaligus menelusuri kemungkinan adanya barang bukti lain yang masih disembunyikan,” ujar Bimo.

Ia mengatakan, saat proses pengembangan dilakukan, tim menemukan sejumlah kendaraan yang diduga kuat berasal dari hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah hukum Polrestabes Medan.



“Ketika tim melakukan penyisiran di lokasi yang disebutkan oleh terduga pelaku penadah, kami menemukan enam unit sepeda motor dengan berbagai jenis dan kondisi. Beberapa kendaraan bahkan tidak memiliki plat nomor dan diduga sengaja disembunyikan di area ladang agar tidak mudah ditemukan aparat penegak hukum maupun masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pihak kepolisian saat ini masih mendalami asal-usul seluruh kendaraan yang ditemukan karena ada dugaan kuat kendaraan tersebut berasal dari sejumlah laporan pencurian yang berbeda.

“Kami masih terus melakukan pencocokan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan dengan laporan polisi yang masuk. Tidak menutup kemungkinan jumlah TKP akan bertambah karena praktik penadahan seperti ini biasanya berkaitan erat dengan jaringan pencurian kendaraan bermotor yang lebih luas,” ucapnya.

Bimo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga terlibat dalam jaringan curanmor tersebut.



“Beberapa nama sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran tim di lapangan. Kami memastikan proses pengembangan kasus akan terus dilakukan sampai seluruh jaringan yang terlibat, baik pelaku pencurian maupun penadah, berhasil diamankan,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan