Musik
Beranda / Musik / Lirik Lengkap Lagu “Sesi Potret” – Enau ft. Ari Lesmana

Lirik Lengkap Lagu “Sesi Potret” – Enau ft. Ari Lesmana

Lirik Lengkap Lagu “Sesi Potret” – Enau ft. Ari Lesmana
Lirik Lengkap Lagu “Sesi Potret” – Enau ft. Ari Lesmana

Awal tahun 2026 menjadi momen emosional bagi pecinta musik indie Indonesia lewat hadirnya lagu “Sesi Potret”. Enau menggandeng sang kakak, Ari Lesmana, untuk menghadirkan lagu yang penuh rasa kehilangan dan kerinduan mendalam. Tidak seperti karya Enau sebelumnya yang identik dengan kritik sosial, lagu ini justru terdengar sangat personal dan menyentuh hati pendengarnya. Hingga kini, “Sesi Potret” masih bertahan di posisi ke-enam Top 50 Spotify Indonesia karena liriknya dianggap begitu dekat dengan kehidupan banyak orang.

Melalui lagu ini, Enau dan Ari Lesmana menggambarkan penyesalan seorang anak yang terlalu lama menunda pulang hingga kehilangan kesempatan bertemu orang tercinta untuk terakhir kalinya. Metafora seperti “rumah baru” dan “sesi potret” membuat suasana lagu terasa semakin pilu, terutama saat membahas keluarga yang tak lagi lengkap. Pesan tentang waktu, gengsi, dan kehilangan menjadi inti utama dari lagu tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa kebersamaan dengan keluarga tidak bisa diganti oleh apa pun.



Lirik Lengkap Lagu “Sesi Potret” – Enau ft. Ari Lesmana

Berikut ini lirik lengkap dari lagu Sesi Potret yang dinyanyikan oleh Enau ft. Ari Lesmana.

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu di ijabah sang maha kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku




Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu ku benci




Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…
Ku bertamu kerumah barumu,

Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu




Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan