Pelaksanaan Trail of The Kings by UTMB terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumut mencatat event sport tourism internasional tersebut mampu menghasilkan output ekonomi hingga Rp101,96 miliar pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu, Selasa (12/5/2026).
Dampak ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha mulai dari hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga pelaku kerajinan lokal di kawasan Danau Toba dan sekitarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, event tersebut telah menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah berbasis pariwisata.
Dalam pemaparannya, Yuda menjelaskan bahwa penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB tahun sebelumnya diikuti ribuan peserta dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia.
“Pada 2025, event tersebut diikuti 1.081 peserta dari 26 negara dan 21 provinsi di Indonesia,” kata Yuda.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta dan wisatawan yang hadir memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
“Kegiatan itu turut memberikan dampak positif bagi UMKM, hotel, transportasi, kuliner, hingga kerajinan lokal dengan output ekonomi mencapai Rp101,96 miliar,” ujarnya.
Yuda mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemprov Sumut untuk terus mendukung event internasional berbasis sport tourism di kawasan Danau Toba.
Ia menilai event tersebut bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi internasional yang mampu menyelenggarakan kegiatan olahraga kelas dunia.
“Event ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan keindahan alam, adat, dan budaya Sumatera Utara,” katanya


Komentar