Ada orang yang langsung cari kopi beberapa menit setelah bangun tidur. Rasanya kalau belum ngopi, mata masih belum benar-benar terkumpul dan badan masih setengah sadar.
Kebiasaan minum kopi memang sudah dekat dengan aktivitas sehari-hari. Ada yang minum sebelum kerja, saat mulai mengantuk di siang hari, sampai menemani waktu santai sambil main ponsel.
Tapi karena terlalu terbiasa, banyak orang kadang tidak sadar kalau cara minum kopi juga ikut berpengaruh ke tubuh. Bukan cuma soal jenis kopi, tapi juga waktu minum dan jumlahnya.
Jangan Biasakan Minum Kopi Saat Perut Kosong
Minum kopi setelah bangun tidur memang terasa nikmat, apalagi kalau udara masih dingin dan badan belum benar-benar segar.
Masalahnya, kondisi perut yang masih kosong bisa bikin lambung terasa tidak nyaman pada sebagian orang. Mulai dari perut perih, mual ringan, sampai rasa begah setelah minum kopi.
Kalau tetap ingin minum kopi pagi hari, coba isi perut dulu meski hanya roti atau makanan ringan lainnya.
Waktu Minum Kopi Bisa Berpengaruh ke Tidur
Kopi memang membantu tubuh terasa lebih fokus. Itu sebabnya banyak orang memilih minum kopi saat pekerjaan mulai menumpuk atau rasa kantuk datang.
Namun efek kafein bisa bertahan cukup lama di tubuh. Pada beberapa orang, minum kopi terlalu sore justru bikin mata masih segar sampai malam.
Kalau termasuk sensitif terhadap kopi, lebih aman menikmatinya di pagi atau siang hari saja supaya waktu tidur tidak ikut terganggu.
Kebanyakan Kopi Biasanya Mulai Terasa di Badan
Karena sudah jadi kebiasaan, kadang jumlah kopi yang diminum dalam sehari jadi tidak terasa. Sedikit-sedikit bikin kopi, tahu-tahu gelasnya sudah lebih dari dua atau tiga.
Kalau konsumsi mulai berlebihan, tubuh biasanya memberi tanda seperti:
- Sulit tidur
- Jantung terasa berdebar
- Badan lebih gelisah
- Kepala terasa pusing ringan
Buat sebagian besar orang, satu sampai dua cangkir kopi per hari biasanya masih cukup aman dan nyaman di tubuh.
Gula dan Krimer juga Sering Jadi Masalah
Tidak sedikit yang sebenarnya baik-baik saja dengan kopi, tapi justru kebanyakan gula atau krimer. Ini yang sering tidak terlalu diperhatikan.
Semakin manis campuran kopi, semakin tinggi juga asupan kalori yang masuk ke tubuh. Kalau terlalu sering, tentu kurang bagus untuk kesehatan.
Tidak harus langsung minum kopi pahit. Mengurangi gula sedikit demi sedikit juga sudah cukup membantu.
Efek Kopi pada Setiap Orang Tidak Selalu Sama
Ada yang tetap santai walau minum kopi malam hari. Tapi ada juga yang baru minum satu gelas sore hari sudah susah tidur sampai tengah malam.
Respons tubuh terhadap kafein memang berbeda-beda. Faktor pola tidur, kondisi tubuh, sampai kebiasaan harian ikut memengaruhi efeknya.
Kalau setelah minum kopi badan mulai terasa tidak nyaman, mungkin tubuh memang sedang minta konsumsi kafein dikurangi dulu.
Kopi Tidak Bisa Menggantikan Istirahat
Saat tubuh mulai lelah, kopi memang sering jadi “penolong cepat” supaya tetap kuat beraktivitas.
Tapi efek segarnya biasanya hanya sementara. Tubuh tetap butuh tidur dan istirahat yang cukup untuk mengembalikan energi.
Makanya tidak sedikit orang yang tetap merasa capek walau sudah minum beberapa gelas kopi dalam sehari.
Menikmati Kopi Tetap Bisa Dilakukan dengan Santai
Minum kopi sebenarnya tidak perlu terlalu ditakuti. Selama porsinya tidak berlebihan dan tubuh masih nyaman menerimanya, kopi tetap bisa jadi bagian menyenangkan dari rutinitas harian.
Jadi bukan soal harus berhenti minum kopi, tapi lebih ke memahami batas yang cocok buat tubuh sendiri.


Komentar