Info Tips dan Panduan
Beranda / Tips dan Panduan / Mandi Sunnah Idul Adha 1447 H / 2026 M: Hukum, Niat, dan Tata Caranya

Mandi Sunnah Idul Adha 1447 H / 2026 M: Hukum, Niat, dan Tata Caranya

Mandi Sunnah Idul Adha 1447 H / 2026 M: Hukum, Niat, dan Tata Caranya
Mandi Sunnah Idul Adha 1447 H / 2026 M: Hukum, Niat, dan Tata Caranya

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut hari besar penuh makna tersebut.

Tidak hanya menyiapkan hewan kurban atau pakaian terbaik, Islam juga mengajarkan sejumlah amalan sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, salah satunya mandi sunnah Idul Adha.

Tradisi mandi sebelum shalat Id sebenarnya bukan sekadar kebiasaan membersihkan tubuh. Dalam ajaran Islam, mandi sunnah hari raya menjadi bagian dari adab menyambut momentum ibadah besar dengan keadaan suci, bersih, dan rapi.



Hukum Mandi Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha

Para ulama sepakat bahwa mandi sebelum shalat Idul Adha hukumnya sunnah atau dianjurkan.

Amalan ini menjadi bagian dari bentuk penghormatan terhadap hari raya sekaligus persiapan lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah.

Dikutip dari buku Sehari Semalam Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam karya Daeng Naja, anjuran mandi pada hari raya didasarkan pada riwayat dari Ali bin Abi Thalib RA.

Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi disebutkan:

“Seseorang bertanya kepada Ali RA tentang mandi. Ali menjawab: Mandilah setiap hari jika engkau mau. Orang itu berkata: Bukan itu maksudku, mandi yang dianjurkan. Ali menjawab: Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha, dan Idul Fitri.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa mandi pada Hari Raya Idul Adha termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Selain itu, Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan mandi sebelum shalat Id.

كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya: “Rasulullah SAW mandi pada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha.” (HR Ibnu Majah)




Mengapa Mandi Sunnah Idul Adha Dianjurkan?

Mandi sunnah Idul Adha bukan hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual.

Islam sangat menganjurkan umatnya tampil bersih, rapi, dan harum saat menghadiri perkumpulan besar kaum Muslimin, termasuk shalat Id.

Hari raya menjadi momentum kebersamaan umat sehingga menjaga kebersihan tubuh merupakan bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.



Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Adha

Sebelum mandi sunnah Idul Adha, dianjurkan membaca niat:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li ‘iidil adhha sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat mandi sunnah untuk Idul Adha karena Allah Ta’ala.”

Niat cukup di dalam hati, namun melafalkannya diperbolehkan untuk membantu kekhusyukan.

Waktu Terbaik Mandi Sunnah Idul Adha

Waktu mandi sunnah Idul Adha memiliki perbedaan pendapat ulama:

  • Mazhab Hanafi: Sebelum shalat Id
  • Mazhab Maliki: Sejak akhir malam hingga pagi hari
  • Mazhab Syafi’i: Sejak pertengahan malam hingga terbenam matahari
  • Mazhab Hanbali: Sebelum shalat Id saja

Menurut NU Online, waktu paling afdal adalah sejak pertengahan malam hingga sebelum berangkat shalat Id.

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya: “Waktu masuk mandi sunnah hari raya dimulai sejak pertengahan malam.”




Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha

Tata cara mandi sunnah Idul Adha secara umum sama seperti mandi wajib:

  • Membaca niat
  • Mencuci kedua tangan
  • Membersihkan bagian tubuh yang kotor
  • Berwudhu
  • Membasahi rambut dan kulit kepala
  • Mengguyur kepala tiga kali
  • Mengguyur seluruh tubuh
  • Mencuci kedua kaki




Sunnah Lain Sebelum Shalat Idul Adha

  • Memakai pakaian terbaik
  • Menggunakan wewangian bagi laki-laki
  • Memperbanyak takbir
  • Berangkat lebih awal ke tempat shalat




Hikmah Mandi Sunnah Idul Adha

Mandi sunnah Idul Adha memiliki hikmah besar, baik secara spiritual maupun sosial. Selain menjaga kebersihan, amalan ini juga menjadi bentuk kesiapan dalam menyambut hari raya dengan penuh penghormatan.

Islam sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah dan syiar agama.

Hari Raya Idul Adha juga menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan, keikhlasan, dan semangat berbagi melalui ibadah kurban.



Kesimpulan

Mandi sunnah Idul Adha merupakan amalan yang dianjurkan untuk menyambut Hari Raya Kurban dalam keadaan bersih dan suci. Dengan memahami hukum, niat, waktu, dan tata caranya, umat Islam dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW dengan lebih sempurna serta meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan