Pencarian informasi mengenai bantuan sosial atau bansos Rp900 ribu kembali ramai diperbincangkan masyarakat pada tahun 2026. Namun hingga saat ini, pemerintah belum memutuskan kelanjutan bantuan yang dikenal sebagai Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut BLT Kesra sebelumnya disiapkan sebagai stimulus ekonomi pada akhir tahun.
“Ya tentu kita belum putuskan. Karena ini stimulan di akhir tahun. Tahun depan baru awal tahun,” kata Airlangga pada 4 Desember 2025.
Meski bansos Rp900 ribu belum dipastikan kembali cair, masyarakat tetap dapat mengecek status penerima bantuan sosial reguler pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menggunakan NIK KTP secara online.
Penyaluran Bansos 2026 Gunakan DTSEN
Penyaluran bansos tahun 2026 kini menggunakan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi acuan pemerintah dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial.
Kemensos menjelaskan DTSEN membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok desil berdasarkan kondisi ekonomi, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, hingga kepemilikan aset.
Masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4 atau 40 persen kelompok terbawah menjadi prioritas penerima bansos PKH dan BPNT.
Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
Masyarakat dapat melakukan pengecekan bansos secara online melalui laman resmi Kemensos dengan langkah berikut:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar
- Klik tombol “Cari Data”
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan status penerima bansos berdasarkan data DTSEN terbaru.
Besaran Bansos PKH 2026
Bantuan PKH disalurkan setiap tiga bulan dengan rincian sebagai berikut:
- Ibu hamil atau nifas: Rp750 ribu
- Anak usia 0–6 tahun: Rp750 ribu
- Anak SD sederajat: Rp225 ribu
- Anak SMP sederajat: Rp375 ribu
- Anak SMA sederajat: Rp500 ribu
- Lansia: Rp600 ribu
- Penyandang disabilitas berat: Rp600 ribu
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2,7 juta
Besaran Bansos BPNT 2026
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan BPNT kepada keluarga penerima manfaat dengan rincian:
- Rp200 ribu per bulan
- Dicairkan Rp600 ribu setiap tiga bulan
Bantuan BPNT digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu.
Data DTSEN Bisa Diperbarui
Kementerian Sosial menyebut data DTSEN bersifat dinamis sehingga masyarakat dapat melakukan pembaruan data apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi maupun data kependudukan.
Pembaruan data dapat dilakukan melalui:
- Kantor desa atau kelurahan
- Dinas Sosial setempat
- Aplikasi Cek Bansos
Kesimpulan
Bansos Rp900 ribu atau BLT Kesra hingga kini belum dipastikan kembali disalurkan pada tahun 2026. Namun masyarakat tetap dapat mengecek status penerima bansos PKH dan BPNT secara online menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kemensos.
Dengan penggunaan DTSEN, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


Komentar