Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026 kembali menjadi sorotan calon penerima setelah panduan pendaftarannya dibuka untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Salah satu elemen penting yang menentukan keberhasilan aplikasi adalah kemampuan bahasa Inggris, terutama skor TOEFL. Namun, berapa skor TOEFL yang benar-benar dibutuhkan agar peluang lolos seleksi makin kuat? Simak penjelasan terkini berikut ini.
Skor TOEFL Syarat Mutlak untuk Pendaftaran
Calon pendaftar LPDP wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku maksimal 2 tahun sejak tanggal tes pada saat pendaftaran dan proses seleksi berlangsung. Sertifikat tersebut bisa berupa TOEFL (baik ITP maupun iBT), IELTS, atau PTE Academic sesuai ketentuan LPDP.
Perbedaan Skor Berdasarkan Jenjang dan Tujuan Studi
Ketentuan skor TOEFL pada LPDP 2026 bervariasi tergantung pada jenjang pendidikan dan lokasi studi tujuan (dalam atau luar negeri). Dilansir dari sumber suara.com, berikut ini ringkasan kebutuhan skor yang berlaku secara umum berdasarkan informasi resmi dan panduan terkini:
Magister (S2)
Dalam Negeri:
- TOEFL ITP minimal 500
- TOEFL iBT minimal 61
- Alternatif: IELTS minimal 6.0 atau PTE 50
Luar Negeri:
- TOEFL ITP minimal 500–550 (bervariasi menurut sumber)
- TOEFL iBT minimal 80
- Alternatif: IELTS minimal 6.5 atau PTE 58
Doktoral (S3)
Dalam Negeri:
- TOEFL ITP minimal 530
- TOEFL iBT minimal 70
- IELTS minimal 6.0 atau PTE 50
Luar Negeri:
- TOEFL ITP minimal 570–580 (beberapa sumber menyebut lebih tinggi)
- TOEFL iBT minimal 94
- IELTS minimal 7.0 atau PTE 65
Perbedaan angka untuk TOEFL ITP pada program luar negeri tercatat tergantung lembaga sumber dan pembaruan panduan resmi pada saat pendaftaran.
Apakah TOEFL Sudah Cukup?
Berdasarkan persyaratan di atas, skor TOEFL memang merupakan komponen minimal yang harus dipenuhi oleh pelamar sebelum melangkah ke tahap seleksi lebih lanjut.
Berikut beberapa poin penting untuk dipahami:
- Skor Minimal Tidak Menjadi Jaminan Lolos
Memenuhi ambang batas TOEFL hanya memastikan kelayakan dokumen administrasi. Penilaian seleksi LPDP mempertimbangkan banyak aspek lain seperti IPK, letter of acceptance (LoA), proposal penelitian, dan substansi wawancara. - Variasi Skor Berdasarkan Tujuan Studi
Beasiswa untuk studi di luar negeri umumnya mensyaratkan skor bahasa Inggris lebih tinggi dibandingkan dalam negeri, terutama pada jalur doktoral. Hal ini mencerminkan kebutuhan kemampuan akademik yang lebih kompleks. - Alternatif Ujian Bahasa Inggris
Selain TOEFL, pelamar juga dapat menggunakan sertifikat IELTS atau PTE Academic, yang lazim diterima institusi pendidikan luar negeri. Sertifikat lain seperti Duolingo English Test juga mulai diperhitungkan di beberapa konteks tertentu.
Bagaimana Cara agar Cukup dalam Persiapan LPDP
Bagi banyak pelamar, skor minimal dalam pendaftaran LPDP sering kali menjadi patokan awal, namun beberapa strategi berikut bisa membantu meningkatkan peluang:
- Targetkan skor di atas ambang batas resmi, untuk meminimalkan risiko gugur di seleksi awal.
- Pelajari pola ujian TOEFL yang diakui LPDP, terutama TOEFL iBT yang umum digunakan untuk pendaftaran luar negeri.
- Perhatikan tanggal validitas sertifikat dan pastikan tidak kedaluwarsa saat memproses pendaftaran.
- Persiapkan dokumen lain jauh sebelum deadline agar fokus belajar bahasa Inggris tidak terpecah.
Kesimpulan
Skor TOEFL menjadi salah satu syarat administratif penting dalam pendaftaran Beasiswa LPDP 2026. Namun memenuhi skor minimal bukanlah jaminan lolos seleksi lanjutan. Pelamar idealnya menargetkan skor di atas standar yang ditentukan serta melengkapi semua dokumen pendukung dengan baik. Mengacu pada panduan resmi di situs LPDP, persiapan matang dalam aspek bahasa Inggris tetap menjadi faktor yang sangat menentukan dalam kompetisi beasiswa bergengsi ini.
Sumber
https://www.suara.com/lifestyle/2026/01/22/141846/berapa-skor-toefl-untuk-daftar-lpdp-2026-ini-ketentuan-lengkapnya

















