Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Penetapan ini menjadi acuan bagi perusahaan dalam memberikan upah kepada pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
Bagi masyarakat yang sedang mencari informasi mengenai UMR Kota Bandung 2026, penting diketahui bahwa istilah UMR yang masih sering digunakan sebenarnya telah digantikan dengan istilah UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Meski demikian, keduanya masih sering dianggap sama oleh masyarakat.
Berapa UMK atau UMR Kota Bandung 2026?
Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.862-Kesra/2025, besaran UMK Kota Bandung 2026 ditetapkan sebesar Rp4.737.678 per bulan. Nominal tersebut berlaku mulai 1 Januari 2026 dan menjadi upah minimum yang wajib diberikan kepada pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun di wilayah Kota Bandung.
Perbedaan UMP dan UMK
Selain UMK Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan UMP Jawa Barat 2026 sebesar Rp2.317.601 per bulan. UMP berlaku sebagai upah minimum tingkat provinsi, sedangkan UMK ditetapkan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Oleh karena itu, besaran UMK Kota Bandung lebih tinggi dibandingkan UMP Jawa Barat.
Daftar UMK Jawa Barat 2026
Berikut beberapa besaran UMK di wilayah Jawa Barat tahun 2026:
| Kabupaten/Kota | UMK 2026 |
|---|---|
| Kota Bekasi | Rp5.999.443 |
| Kabupaten Bekasi | Rp5.938.885 |
| Karawang | Rp5.886.853 |
| Depok | Rp5.522.662 |
| Kota Bogor | Rp5.437.203 |
| Kabupaten Bogor | Rp5.161.769 |
| Purwakarta | Rp5.052.856 |
| Kota Bandung | Rp4.737.678 |
| Cimahi | Rp4.090.568 |
| Bandung Barat | Rp3.984.711 |
| Kabupaten Bandung | Rp3.972.202 |
| Sumedang | Rp3.949.856 |
| Kota Sukabumi | Rp3.831.926 |
| Subang | Rp3.737.482 |
| Cianjur | Rp3.316.191 |
| Kabupaten Sukabumi | Rp3.192.807 |
| Kota Tasikmalaya | Rp2.980.336 |
| Indramayu | Rp2.910.254 |
| Kabupaten Cirebon | Rp2.880.798 |
| Kota Cirebon | Rp2.878.646 |
| Kabupaten Tasikmalaya | Rp2.871.874 |
| Majalengka | Rp2.595.368 |
| Garut | Rp2.472.227 |
| Ciamis | Rp2.373.644 |
| Kuningan | Rp2.369.380 |
| Kota Banjar | Rp2.361.241 |
| Pangandaran | Rp2.351.250 |
Dasar Penetapan UMK Kota Bandung 2026
Penetapan UMK dilakukan berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:
- Kondisi ekonomi daerah.
- Tingkat inflasi.
- Pertumbuhan ekonomi.
- Kebutuhan hidup layak pekerja.
- Kebijakan pengupahan nasional.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.862-Kesra/2025 yang ditandatangani pada 23 Desember 2025.
Siapa yang Berlaku UMK Kota Bandung?
UMK Kota Bandung 2026 berlaku bagi:
- Pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
- Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bandung.
Sementara itu, pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun memperoleh upah berdasarkan struktur dan skala upah yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Dampak Penetapan UMK Kota Bandung 2026
Penyesuaian UMK diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
- Membantu menjaga daya beli pekerja.
- Memberikan kepastian mengenai standar upah minimum.
- Mendorong hubungan industrial yang lebih baik antara pekerja dan perusahaan.
- Menjadi acuan bagi perusahaan dalam menyusun kebijakan pengupahan.
Penutup
UMK atau yang masih sering disebut UMR Kota Bandung 2026 telah ditetapkan sebesar Rp4.737.678 dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Nominal tersebut menjadi acuan upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun di Kota Bandung.
Dengan mengetahui daftar UMK Jawa Barat 2026, pekerja dapat memahami standar penghasilan minimum yang berlaku di masing-masing daerah, sementara perusahaan memiliki pedoman dalam memenuhi kewajiban pengupahan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.


