Selama ini, diabetes melitus kerap dianggap sebagai penyakit yang diturunkan dalam keluarga dan sulit untuk dihindari. Ketika ada anggota keluarga yang mengalaminya, banyak orang merasa bahwa mereka juga akan mengalami hal yang sama di kemudian hari.
Namun sebenarnya, meskipun memiliki faktor risiko genetik, diabetes tetap bisa dicegah. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Permata Hijau, Pandu Tridana Sakti, menegaskan bahwa penerapan gaya hidup sehat merupakan kunci utama untuk mengurangi risiko tersebut, meski faktor keturunan cukup kuat.
Ia menjelaskan bahwa menghindari konsumsi makanan cepat saji dan gorengan menjadi langkah penting. Pola makan yang sehat serta aktivitas fisik yang rutin terbukti efektif dalam menekan kemungkinan terkena diabetes, walaupun ada riwayat keluarga.
Dengan demikian, faktor genetik bukanlah penentu mutlak. Risiko tetap dapat dikendalikan dengan kebiasaan hidup yang baik. Berikut beberapa langkah pencegahan diabetes akibat faktor keturunan menurut Pandu:
1. Batasi konsumsi makanan cepat saji
Makanan cepat saji dan gorengan umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, serta mengandung gula tersembunyi. Hal ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang menjadi awal dari diabetes >tipe 2.
Sebagai alternatif, konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum utuh, dan ubi jalar lebih dianjurkan karena memiliki indeks glikemik rendah, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah.
Selain itu, asupan serat dari sayur, buah, dan biji-bijian juga penting untuk memperlambat penyerapan gula dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
2. Pertahankan berat badan ideal
Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes, terutama jika disertai faktor genetik. Oleh karena itu, menjaga indeks massa tubuh dalam kisaran ideal (18,5–24,9) sangat dianjurkan.
Olahraga secara rutin selama 30–45 menit sebanyak lima kali dalam seminggu, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membakar kalori.
3. Kurangi asupan gula
Konsumsi gula berlebihan, terutama sejak usia muda, sering dianggap wajar. Padahal, kebiasaan ini dapat memicu resistensi insulin yang membuat tubuh kesulitan mengolah glukosa. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan risiko diabetes tipe 2 semakin besar.
Untuk itu, penting membatasi minuman manis kemasan, makanan tinggi gula, serta camilan manis lainnya.
4. Lakukan pemeriksaan secara rutin
Diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia muda. Gejala seperti sering haus, mudah lapar, sering buang air kecil di malam hari, kelelahan, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh perlu diwaspadai.
Karena gejala bisa muncul perlahan, pemeriksaan gula darah secara rutin—baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri di rumah—menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Pada akhirnya, meskipun faktor keturunan tidak bisa diubah, menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi cara efektif untuk menunda bahkan mencegah terjadinya diabetes.
kesimpulan
Meskipun diabetes melitus sering dikaitkan dengan faktor keturunan, kondisi ini bukanlah hal yang tidak bisa dicegah. Risiko akibat genetik tetap dapat dikendalikan melalui penerapan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengontrol berat badan, serta membatasi asupan gula. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya diabetes. Dengan langkah-langkah tersebut, peluang untuk menunda bahkan mencegah diabetes tetap terbuka, meski memiliki riwayat keluarga.










