Menjelang bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, termasuk memahami tata cara ibadah yang akan sering dilakukan, salah satunya shalat tarawih. Shalat sunnah ini menjadi ciri khas Ramadan dan biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid setelah shalat Isya.
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Selain bernilai pahala besar, shalat ini juga menjadi sarana memperbanyak ibadah malam selama bulan suci.
Pengertian dan Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah khusus yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Kata tarawih berasal dari kata tarwihah yang berarti istirahat, karena pelaksanaannya biasanya diselingi dengan jeda istirahat setiap beberapa rakaat.
Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam yang sangat dianjurkan, baik dilakukan sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh, meskipun umumnya dikerjakan setelah Isya berjamaah.
Rasulullah SAW melaksanakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan pola dua rakaat salam, kemudian ditutup dengan shalat witir. Tata cara ini juga yang banyak diamalkan oleh warga Muhammadiyah.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Menurut Muhammadiyah
Dilansir dari muhammadiyah.or.id, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundani, menjelaskan bahwa pada dasarnya shalat tarawih adalah shalat malam, sehingga perbedaan jumlah rakaat seharusnya disikapi dengan lapang dada.
Beberapa imam mazhab memiliki pendapat berbeda. Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan tarawih 20 rakaat dengan satu witir. Imam Malik bahkan melaksanakan 36 rakaat yang ditutup dengan witir. Ada pula sahabat Nabi yang tidak membatasi jumlah rakaat tarawih.
Muhammadiyah memilih mengikuti praktik Rasulullah SAW dengan dua pilihan tata cara pelaksanaan shalat tarawih.
Tarawih 4-4-3
Pilihan pertama adalah formasi 4-4-3 berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha:
“Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan shalat sunnah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat (witir).”
Pada witir, bacaan surat yang dianjurkan adalah Surat Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas, atau bisa juga membaca tiga qul.
Tarawih 2-2-2-2-2-1
Pilihan kedua adalah formasi dua rakaat salam hingga lima kali, kemudian ditutup satu rakaat witir. Tata cara ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Ibnu Abbas yang menceritakan kebiasaan Rasulullah SAW dalam melaksanakan shalat malam.
Muhammadiyah memandang dua pilihan ini sebagai bentuk tanawwu’ ibadah, sehingga umat dipersilakan memilih salah satu sesuai keyakinan.
Niat Shalat Tarawih Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bagi umat Islam yang terbiasa melafalkan niat sebelum shalat, berikut bacaan niat shalat tarawih. Niat shalat tarawih Muhammadiyah pada dasarnya sama dengan niat shalat tarawih pada umumnya.
Niat Shalat Tarawih Sendiri
اُصَلّى سٌنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
latin: usholli sunnatat taraawihi rok’ataini lillaahi ta’alaa
Artinya: Saya niat shalat tarawih dua rakaat karena Allah Ta’alaa.
Niat Shalat Tarawih Berjamaah (Makmum)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
latin: usholli sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’alaa
Artinya: Saya niat shalat tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’alaa.
Niat Shalat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataaini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: Saya niat shalat tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’alaa.
Kesimpulan
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Perbedaan jumlah rakaat dan tata cara pelaksanaannya adalah hal yang wajar dalam Islam. Dengan memahami niat dan tata cara shalat tarawih, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh keikhlasan.
niat shalat tarawih, bacaan niat tarawih, niat tarawih arab latin artinya, shalat tarawih ramadan, tarawih muhammadiyah, jumlah rakaat tarawih, niat tarawih sendiri, niat tarawih berjamaah
sumber: https://medan.tribunnews.com/tribun-medan-wiki/1781208/bacaan-niat-shalat-tarawih-lengkap-arab-latin-dan-artinya?page=all

















