Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menegaskan program Medan Rabu Walk-In Interview menjadi langkah konkret untuk mendukung target 10.000 penempatan tenaga kerja pada 2026, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, pola walk-in interview memberi akses yang lebih cepat karena pencari kerja tidak perlu menunggu panggilan, melainkan bisa langsung bertemu dan diwawancarai pihak perusahaan.
“Program ini memberikan kemudahan akses informasi pasar kerja secara langsung. Jadi pencari kerja tidak lagi hanya mengirim berkas dan menunggu, tapi bisa bertatap muka langsung dengan perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian sebelumnya melalui Medan Career Expo telah menghasilkan 828 orang diterima bekerja dan angkanya diperkirakan terus bertambah.
“Biasanya tren penerimaan meningkat setelah Lebaran. Kami optimistis angka itu bisa menembus lebih dari 1.000 orang,” katanya.
Selain penempatan kerja dalam negeri, Disnaker juga memfasilitasi tenaga kerja ke luar negeri secara prosedural. Hingga Februari 2026, sebanyak 460 orang telah diberangkatkan, mayoritas ke Malaysia dan beberapa negara lainnya.
“Penempatan luar negeri ini kita lakukan secara resmi dan prosedural untuk mencegah praktik perdagangan orang. Ini bagian dari perlindungan tenaga kerja kita,” tegas Ramaddan.
Ia pun optimistis target 10.000 penempatan kerja tahun ini dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui target.
“Belum ada program seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar dan konsisten setiap pekan,” ujarnya.
Salah seorang pelamar, Cantika Lola, lulusan Universitas Sumatera Utara, mengaku program tersebut sangat membantu.
“Acara ini sangat bermanfaat bagi para pencari kerja seperti saya dan teman-teman. Kegiatannya juga sangat informatif karena dibagikan melalui media sosial,” katanya.

















