Dalam bahasa Arab, kata angkuh atau sombong diterjemahkan dengan istilah “kibr” (كبر).
Al-Kibr (الكبر) sendiri dalam bahasa Arab secara etimologis bermakna “merasa diri lebih besar” atau “lebih tinggi” dibandingkan orang lain. Dalam konteks istilah, kibr mengacu pada sifat batin yang menjadikan seseorang merasa lebih unggul, lebih baik, atau lebih hebat dari orang lain, sehingga ia cenderung meremehkan dan merendahkan orang lain. Sikap ini sangat dicela dalam Islam karena menimbulkan berbagai dampak negatif, baik secara individu maupun sosial.
Alkibr atau kesombongan adalah penyakit hati yang mengakar dalam perasaan superioritas dan egoisme. Ulama Islam menjelaskan bahwa kibr adalah perasaan yang membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain dalam hal pengetahuan, kekayaan, keturunan, atau status sosial.
Larangan sombong dalam Islam didasarkan pada Quran Surat Luqman ayat 18, yang menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan membanggakan diri. Sombong, atau takabur, didefinisikan sebagai menolak kebenaran dan meremehkan manusia (HR. Muslim), yang dapat membinasakan amal kebaikan dan menghalangi seseorang masuk surga.
Berikut poin penting mengenai larangan sombong:
Ayat Al-Qur’an dan Hadits: Selain QS. Luqman: 18, Allah berfirman dalam QS. An-Nahl: 23
bahwa Dia tidak menyukai orang yang sombong. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang yang dalam hatinya ada setitik kesombongan tidak akan masuk surga, dan sombong adalah menolak kebenaran serta meremehkan orang lain.
Hakikat Sombong
Sombong bukan sekadar angkuh, tapi juga mencakup menolak kebenaran (al-haq) dan merendahkan orang lain. Ini adalah sifat iblis yang pertama kali muncul.
Ciri-Ciri Angkuh/Sombong
1. Merendahkan Orang Lain
Seseorang yang sombong
cenderung merendahkan dan memandang remeh orang lain.
Allah SWT.
Telah berfirman dalam al-Quran didalam Surah Al-Hujurat (49:11):
“Janganlah sekumpulan orang merendahkan kumpulan yang lain…”
2.Sulit Menerima Nasihat
Orang yang sombong sering kali sulit menerima nasihat atau kritik dari orang lain.
Didalam Surah An-Nahl (16:23) Allah berfirman:
“إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ”
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
3. Menunjukkan Kelebihan dengan Berlebihan
Cenderung menonjolkan kelebihan dan keistimewaan diri secara berlebihan.
Rasulullah SAW telah bersabda:
“Barang siapa yang menjulurkan pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahaya Sifat Sombong
- Dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW.
- Menjadi pengikut iblis dan terancam neraka.
- Menghambat kebahagiaan sejati karena terus tertekan mempertahankan citra diri.
- Dapat memicu konflik dan perpecahan.
Cara Menghindari Sifat Sombong
Menumbuhkan sifat tawadhu’ (rendah hati), menyadari bahwa manusia adalah makhluk lemah, dan memahami bahwa semua kelebihan hanyalah titipan Allah.
Kesimpulan
Kesombongan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya bagi individu maupun masyarakat. Dengan memahami pengertian, penyebab, ciri-ciri, dan bahayanya, serta menerapkan solusi yang berdasarkan pada Al-Qur’an, hadits, dan pandangan ulama, kita dapat berusaha untuk menjauhkan diri dari sifat ini. Tawadhu’, atau rendah hati, adalah sikap yang harus senantiasa dijaga dan diteladani dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dengan demikian, kita dapat hidup dalam keharmonisan dan memperoleh rahmat serta ridha Allah SWT.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7618522/larangan-bersikap-sombong-tercatat-dalam-al-quran-dan-dijelaskan-melalui-hadits

















