Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui partisipasi dalam program KATALIS P2DD 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut diikuti secara hybrid oleh pemerintah daerah se-Indonesia dengan tujuan memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta meningkatkan literasi digital aparatur pemerintahan.
Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman menilai transformasi digital merupakan langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola keuangan daerah.
“Digitalisasi transaksi pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan dan belanja daerah,” katanya dari keterangan tertulis Rabu (04/02/2026).
Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi akan mendorong transparansi serta mempercepat proses pelayanan keuangan di lingkungan pemerintah.
“Dengan sistem yang terintegrasi secara digital, proses transaksi dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan mudah dipantau,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah dalam menerapkan sistem digital transaksi pemerintahan.
“Forum ini penting untuk menyelaraskan kebijakan digitalisasi daerah dengan kebijakan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.
Melalui program KATALIS P2DD, Pemko Medan berharap transformasi digital pada sektor penerimaan maupun belanja daerah dapat berjalan lebih optimal sehingga pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
















