Pemerintah Kota Medan memastikan proyek pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan, akan mulai direalisasikan tahun ini. Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi yang diunggah di laman dan media sosial Pemko Medan.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mempercepat pemenuhan seluruh syarat administratif maupun teknis agar proses perencanaan dapat segera berjalan.
“Tahun ini kuota pembangunan yang tersedia baru satu tower, dengan pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung pada 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027,” ujar Rico melalui keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Ia juga memastikan seluruh dokumen yang masih diperlukan dalam pembangunan rusun akan segera dilengkapi. Menurutnya, seluruh kelengkapan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Selain rencana pembangunan baru, Pemko Medan turut menyoroti kondisi rusun lama yang menjadi aset daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Tower D yang dibangun melalui APBN pada 2016. Bangunan dengan sekitar 90 unit itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan belum difungsikan karena proses serah terima aset kepada pemerintah daerah belum tuntas.
“Kami meminta dukungan kementerian agar proses berita acara serah terima dapat segera dituntaskan sehingga aset dapat dimanfaatkan atau direvitalisasi,” katanya.
Namun, Rico menyebut, pihak kementerian saat ini masih berlangsung proses identifikasi dan penataan aset antara kementerian terkait untuk memastikan status kepemilikan sebelum serah terima dilanjutkan.
“Untuk tahun anggaran 2026, kegiatan yang tersedia hanya pembangunan rusun baru dan belum mencakup program revitalisasi,” katanya.
Saat ini, tingkat hunian rusun di Medan berkisar antara 50 hingga 85 persen. Sebagian besar penghuni merupakan nelayan dari wilayah utara kota. Meski demikian, ada warga yang belum berminat menempati rusun karena mempertimbangkan jarak lokasi yang dinilai kurang dekat dengan area pesisir.
Ke depan, Pemko Medan berencana memperluas segmentasi calon penghuni, termasuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga warga yang terdampak banjir. Pemerintah kota juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan perangkat daerah agar seluruh persyaratan dapat segera dipenuhi dan pembangunan rusun di Seruwai masuk tahap pelaksanaan.

















