Momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang seharusnya membawa kebahagiaan kini berubah menjadi masa paling rawan bagi keamanan finansial masyarakat. Penyedia identitas digital terkemuka, VIDA, baru saja merilis laporan bertajuk “VIDA 2026 Southeast Asia Digital Identity Fraud Outlook” yang mengungkap fenomena mengkhawatirkan: THR Season is Scam Season.
Kejahatan siber saat ini tidak lagi dilakukan secara acak, melainkan telah menjelma menjadi Industrialized Fraud. Ini adalah bentuk kejahatan yang terorganisir dan tersinkronisasi dengan kalender finansial nasional, menargetkan masyarakat tepat di saat likuiditas keuangan mereka sedang tinggi.
Apa itu Fenomena “THR Super-Spike”?
Menurut Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, istilah “THR Super-Spike” merujuk pada lonjakan tajam aktivitas penipuan yang terpusat pada masa-masa tertentu, khususnya menjelang Idulfitri. Para penipu memanfaatkan tingginya tingkat kepercayaan dan antusiasme masyarakat saat dana bonus dan THR masuk ke rekening.
Berdasarkan data analitis, terdapat tiga gelombang serangan yang terencana:
- H-14 Lebaran: Penipuan mulai naik seiring pencairan THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Hari Pencairan Resmi: Lonjakan drastis terjadi saat dana mulai ditransfer secara massal dan masyarakat aktif memantau notifikasi bank.
- Akhir Bulan: Serangan menyasar sektor swasta yang menerima THR berbarengan dengan siklus gajian reguler.
Modus Penipuan yang Semakin Canggih
Laporan tersebut menegaskan bahwa modus yang digunakan semakin kompleks. Jika dulu hanya berupa SMS hadiah palsu, kini penipu menggunakan teknologi canggih seperti:
- Deepfake AI: Manipulasi video atau suara untuk memalsukan identitas tokoh penting atau kerabat.
- Social Engineering: Manipulasi psikologis agar korban memberikan data pribadi secara sukarela.
- File APK & Phishing: Pengiriman file jahat atau tautan palsu berkedok paket kurir atau promo Ramadan.
- Travel Scam: Penjualan tiket mudik palsu dan paket traveling fiktif yang marak dilaporkan ke layanan CekRekening.id.
Respons Pemerintah dan Gerakan #JanganAsalKlik
Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat temuan ini. Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 1.700 laporan penipuan siber setiap hari yang masuk ke sistem pengaduan nasional. Mayoritas terjadi saat momentum hari besar seperti Lebaran dan Natal.
Sebagai langkah preventif, VIDA meluncurkan kampanye edukasi #JanganAsalKlik. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar:
- Berhenti Sejenak: Jangan terburu-buru bereaksi terhadap notifikasi yang masuk.
- Verifikasi Tautan: Selalu cek keabsahan URL atau nomor pengirim sebelum mengeklik apa pun.
- Abaikan Iming-iming: Hindari tawaran diskon atau hadiah yang tidak masuk akal yang muncul saat tanggal gajian.
Kesimpulan
Keamanan digital di tahun 2026 menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Penipuan kini dilakukan secara industrial dan terencana. Melindungi dana THR bukan hanya soal kecanggihan aplikasi bank Anda, tetapi tentang ketelitian Anda untuk tidak menjadi bagian dari statistik “THR Super-Spike”. Ingat, pertahanan terbaik dimulai dari ujung jari Anda dengan #JanganAsalKlik.
Sumber: https://kumparan.com/kumparantech/awas-scam-jelang-lebaran-vida-ungkap-momen-thr-cair-jadi-puncak-penipuan-siber-26z5fPb2Msj/full

















