Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada periode 25-27 Maret 2026. Di tengah koreksi pasar saham selama seminggu, terdapat 10 saham yang mencatat kenaikan tertinggi atau top gainers selama pekan tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis Sabtu (28/3/2026), IHSG turun sebesar 0,14% sepanjang pekan ke level 7.097,05 dari posisi 7.106,83 sebelumnya.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI berkurang 0,24% menjadi Rp 12.516 triliun dari Rp 12.547 triliun pada perdagangan pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI juga menyusut 4,81% menjadi 28,31 miliar saham dari 29,74 miliar saham pekan lalu.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI dengan peningkatan sebesar 15,27% menjadi Rp 23,33 triliun dari Rp 20,24 triliun pada pekan sebelumnya,” ungkap Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga naik 9,01% menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 1,59 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.
Menurut data BEI, investor asing melakukan aksi jual saham senilai Rp 22,37 triliun sepanjang pekan ini. Sepanjang tahun 2026, investor asing telah melepas saham senilai Rp 30,88 triliun.
Di tengah koreksi IHSG, beberapa saham mencatat kenaikan signifikan atau top gainers pekan ini. Saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) mencatat lonjakan tertinggi sebesar 58,57%, naik dari Rp 700 per saham menjadi Rp 1.110 per saham.
Selanjutnya, saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) meroket 51,22% dari Rp 123 per saham menjadi Rp 186 per saham. Sementara itu, saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 47,75% menjadi Rp 164 per saham dari Rp 111 pekan sebelumnya.
Dilansir dari Liputan6 berikut daftar 10 saham top gainers pekan ini pada 25-27 Maret 2026 menurut data BEI:
10 Saham Top Gainers Minggu Ini
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
Saham SOTS melonjak 58,57%, naik dari Rp 700 per saham menjadi Rp 1.110 per saham.
PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI)
Saham ESTI mencatat kenaikan 51,22%, dari Rp 123 per saham menjadi Rp 186 per saham.
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Saham BELL naik 47,75%, dari Rp 111 per saham menjadi Rp 164 per saham.
PT Tunas Alfin Tbk (TALF)
Saham TALF meroket 46,15%, meningkat dari Rp 520 per saham menjadi Rp 760 per saham.
PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM)
Saham SSTM mencatat kenaikan 45%, dari Rp 500 per saham menjadi Rp 725 per saham.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Puramsr Tbk (ELPI)
Saham ELPI naik 33,21%, dari Rp 1.400 per saham menjadi Rp 1.865 per saham.
PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV)
Saham NETV meningkat 27,78%, dari Rp 72 per saham menjadi Rp 92 per saham.
PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI)
Saham FUJI naik 27,52%, dari Rp 298 per saham menjadi Rp 380 per saham.
PT Asia Pramulia Tbk (ASPR)
Saham ASPR melonjak 27,08%, dari Rp 144 per saham menjadi Rp 183 per saham.
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)
Saham RAAM naik 26,38%, dari Rp 163 per saham menjadi Rp 206 per saham.
Penutupan IHSG 27 Maret 2026
Sebelumnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tekanan koreksi pada perdagangan Jumat, (27/3/2026).
IHSG mengalami penurunan di tengah mayoritas sektor saham yang terkoreksi dan volume transaksi harian yang rendah.
Mengutip data RTI, IHSG turun 0,94% ke level 7.097,05. Indeks saham LQ45 melemah 1,74% menjadi 718,9. Sebagian besar saham acuan berakhir di zona merah.
Tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam laporannya dikutip dari Antara, indeks saham di Asia pada Jumat, 27 Maret 2026 bergerak beragam dengan kecenderungan melemah.
Hal ini terjadi karena meningkatnya ketidakpastian mengenai proses de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Sentimen IHSG Lainnya
Kekhawatiran terhadap kemungkinan akhir konflik meningkat tajam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS dan mengajukan balasan, sementara AS bersiap mengirim tambahan pasukan ke wilayah Timur Tengah.
Konflik yang memasuki pekan keempat ini berpotensi memicu inflasi global dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi banyak negara di tengah lonjakan harga energi dan gangguan rantai perdagangan internasional.
Trump menyatakan bahwa tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz diperpanjang 10 hari hingga 6 April 2026, guna memberi lebih banyak waktu bagi proses negosiasi.
Trump menambahkan, perpanjangan tersebut dilakukan atas permintaan Iran, dan disetujui AS dengan imbalan izin bagi 10 kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi dari Iran.
Hingga saat ini, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak awal konflik antara AS dan Iran, meski Iran menyebut penutupan hanya berlaku bagi negara-negara lawan.
Baru-baru ini, Iran tampaknya mulai memberlakukan “pintu tol” bagi kapal yang melintasi selat tersebut, dengan laporan Lloyd’s List Intelligence menunjukkan beberapa kapal membayar biaya perjalanan menggunakan mata uang Yuan China.
Sektor Saham
Menjelang akhir pekan ini, IHSG bergerak di kisaran tertinggi 7.154,55 dan terendah 7.070,21. Sebanyak 379 saham mengalami penurunan sehingga menekan IHSG, 274 saham mengalami kenaikan, dan 167 saham stagnan.
Total frekuensi transaksi saham mencapai 1.393.686 kali dengan volume perdagangan 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 11,8 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di sekitar 16.961.
Dari 11 sektor saham, hanya tiga sektor yang mencatat penguatan. Sektor energi naik 0,35%, sektor kesehatan bertambah 0,12%, dan sektor consumer non-siklikal meningkat 0,01%.
Sementara itu, sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar sebesar 1,29%. Sektor industri turun 1,27%, sektor bahan dasar melemah 0,42%, dan sektor consumer siklikal turun 0,33%.
Sedangkan sektor keuangan menurun 0,56%, sektor properti turun 0,28%, sektor teknologi melemah 0,97%, dan sektor transportasi susut 0,54%.
Kesimpulan
Sepanjang 25-27 Maret 2026, meski IHSG mengalami koreksi, ada 10 saham yang mencatat kenaikan signifikan, dengan SOTS, ESTI, dan BELL menjadi yang paling tinggi.
Sumber Referensi
https://www.liputan6.com/saham/read/6305518/deretan-10-saham-top-gainers-pada-25-27-maret-2026










