Minggu, 9 Agustus 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Puasa Syawal 6 Hari: Tata Cara, Niat, Dan Hukum Bersamaan Dengan Qadha

Joko Suriyo by Joko Suriyo
23 Maret 2026
in Berita, Info, Tips dan Panduan
0
Puasa Syawal 6 Hari: Tata Cara, Niat, Dan Hukum Bersamaan Dengan Qadha

Puasa Syawal 6 Hari: Tata Cara, Niat, Dan Hukum Bersamaan Dengan Qadha

Setelah Idul Fitri 1447 Hijriah, umat Islam mulai memasuki bulan Syawal, yang identik dengan amalan puasa sunah selama enam hari.

Ibadah ini sering dijadikan kelanjutan dari puasa Ramadhan sekaligus upaya menjaga konsistensi dalam berpuasa.

Saat bulan Syawal tiba, banyak umat Islam mencari informasi mengenai tata cara pelaksanaan puasa ini, mulai dari niat hingga waktu yang tepat untuk melakukannya.



Niat Dan Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Menurut informasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa Syawal tetap memerlukan niat agar sah secara ibadah. Perbedaannya dengan puasa wajib adalah, puasa sunah boleh diniatkan sejak malam hari maupun pada siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Dilansir dari Kompas.com, berikut contoh bacaan niat puasa Syawal:

Niat sejak malam hari (berurutan):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sittatin min Syawwāl lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”




Niat sejak malam (tidak berurutan):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāl lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat pada siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnatis Syawwāl lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”

Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal dan tidak harus dilakukan secara berturut-turut, selama masih berada dalam bulan Syawal.



Cara Menjalankan Puasa Syawal

Secara umum, pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya. Berikut panduan singkat:

  • Menahan diri dari fajar hingga maghrib
    Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
  • Menghindari hal yang membatalkan puasa
    Termasuk makan atau minum dengan sengaja dan perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa.
  • Sahur dianjurkan
    Meskipun puasa sunah, dianjurkan untuk sahur karena mengandung keberkahan.
  • Berbuka segera saat maghrib
    Saat waktu berbuka tiba, sebaiknya segera menghentikan puasa.
  • Boleh dilakukan tidak berurutan
    Puasa Syawal bisa dijalankan secara berurutan atau terpisah selama masih di bulan Syawal.




Hukum Menggabungkan Puasa Syawal Dengan Qadha

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, puasa Syawal boleh digabungkan dengan puasa qadha. Dengan satu niat, seseorang tetap memperoleh pahala puasa Syawal, meskipun tidak sepenuhnya sama dengan puasa Syawal yang dilakukan khusus.

Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim No. 1164)

Untuk mendapatkan keutamaan maksimal, ulama menyarankan agar utang puasa Ramadhan diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal.



Kesimpulan

Semoga informasi ini berguna untuk Anda yang ingin menjalankan puasa Syawal dan puasa Qadha.

Sumber Referensi

  • https://www.kompas.com/banten/read/2026/03/23/110000888/puasa-syawal-6-hari–niat-tata-cara-dan-hukum-gabung-dengan-qadha?page=2
Tags: Cara Menjalankan Puasa SyawalCara Puasa Syawal 6 HariHukum Menggabungkan Puasa Syawal Dengan QadhaHukum Puasa Syawal 6 Harikeutamaan puasa syawalNiat Dan Waktu Pelaksanaan Puasa Syawalniat puasa syawal 6 hariPuasa Qadhapuasa syawalpuasa syawal 6 hari
Next Post
7 Sunnah yang Bisa Dilakukan Setelah Idul Fitri di Bulan Syawal

7 Sunnah yang Bisa Dilakukan Setelah Idul Fitri di Bulan Syawal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.