Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (27/3). Pelemahan ini selaras dengan tekanan yang juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan Asia. Data Stockbit pada pukul 09.00 WIB menunjukkan pasar bergerak hati-hati, sementara investor menanti arah sentimen baru dari global maupun domestik.
IHSG Dibuka di Zona Merah
Pada awal sesi perdagangan, IHSG langsung menunjukkan pelemahan dengan dibuka di posisi 7.136,36, turun sebesar 0,387% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada pada level 7.164,09. Koreksi ini mencerminkan aksi tunggu para pelaku pasar yang masih mencermati kondisi makro global.
Volume transaksi pada menit-menit awal tercatat mencapai 358,61 juta lembar saham, dengan frekuensi 42,76 ribu kali, sementara nilai transaksi turut mencapai Rp330,42 miliar. Aktivitas ini menunjukkan pasar bergerak moderat, tidak terlalu agresif namun tetap aktif di awal sesi.
Pelemahan tersebut menambah tekanan terhadap IHSG yang dalam beberapa hari terakhir masih berfluktuasi seiring ketidakpastian eksternal, terutama dari dinamika ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan harga komoditas global.
Rupiah Tertahan di Level yang Sama
Berbeda dengan IHSG yang terkoreksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tercatat tidak mengalami perubahan. Berdasarkan data Stockbit, rupiah pagi ini bergerak stagnan di posisi Rp16.898 per dolar AS.
Kondisi tanpa perubahan ini menggambarkan bahwa pasar valuta asing domestik cenderung stabil, meskipun tekanan global masih membayangi. Pelaku pasar menilai belum ada katalis signifikan baik dari sentimen dalam negeri maupun pergerakan dolar global yang mampu menggerakkan rupiah secara dominan pada sesi pembukaan.
Bursa Asia Turun Serentak
Tekanan yang terjadi di IHSG ternyata juga sejalan dengan pergerakan mayoritas indeks saham di kawasan Asia. Berdasarkan data Stockbit dan Yahoo Finance, sejumlah pasar utama di Asia dibuka melemah pada pagi ini.
Beberapa indeks yang turut terkoreksi antara lain:
- Nikkei 225 Jepang turun 0,68% ke level 53.239,59, terseret aksi ambil untung dan sentimen pelaku pasar terkait kebijakan moneter Jepang.
- Hang Seng Hong Kong melemah 0,35% ke posisi 24.768,66, mengikuti tekanan pada saham teknologi dan properti.
- SSE Composite China turun 0,75% ke level 3.852,09, dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi dan minimnya stimulus baru dari pemerintah.
- Straits Times Singapura juga bergerak negatif dengan penurunan 0,12% ke level 4.882,08, sejalan dengan pelemahan sektor perbankan dan industri regional.
Koreksi serempak ini menunjukkan sentimen negatif yang cukup dominan di kawasan Asia, terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan rilis data-data ekonomi yang belum cukup kuat mendorong optimisme investor.
Kesimpulan
Pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini menunjukkan pasar masih bergerak hati-hati. Stagnannya rupiah dan tekanan pada bursa Asia menandakan bahwa sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar di kawasan.
Investor diperkirakan akan terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan bank sentral global, hingga pergerakan harga komoditas. Selama sentimen belum menemukan arah jelas, volatilitas pasar diprediksi tetap berlanjut dalam jangka pendek.
Sumber referensi
https://kumparan.com/kumparanbisnis/ihsg-dibuka-melemah-ke-level-7-136-saham-asia-kompak-di-zona-merah-275a0N5brqb/full










