Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi penting mengenai keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tahun 2026. Dalam keterangannya pada Jumat, 27 Maret 2026, ia menegaskan bahwa penyaluran makanan bergizi kepada siswa akan dihentikan sementara atau dijeda selama kalender pendidikan memasuki masa libur. Kebijakan ini diambil karena mekanisme distribusi utama program MBG dilakukan langsung di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan, sehingga kehadiran fisik siswa menjadi syarat mutlak dalam proses penyaluran.
Alasan Logistik dan Efisiensi Anggaran
Keputusan untuk menghentikan penyaluran saat libur sekolah didasari oleh pertimbangan efisiensi operasional dan manajemen stok bahan baku. Dadan menjelaskan bahwa unit pelayanan (satuan layanan) yang tersebar di berbagai daerah bekerja berdasarkan basis data jumlah siswa yang hadir di sekolah setiap harinya. Jika sekolah libur, maka mata rantai distribusi dari dapur pusat ke ruang-ruang kelas secara otomatis terputus. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pemborosan anggaran negara dan potensi makanan terbuang (food waste) akibat ketidakpastian kehadiran penerima manfaat di titik serah terima.
Pengecualian bagi Santri di Pesantren
Meskipun penyaluran di sekolah umum dihentikan saat libur, BGN menerapkan kebijakan berbeda untuk lingkungan pondok pesantren. Dadan menyatakan bahwa bagi santri yang menetap di asrama (pesantren), penyaluran MBG akan tetap berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini dikarenakan aktivitas konsumsi dan keberadaan santri di pesantren cenderung stabil sepanjang tahun, berbeda dengan sekolah formal yang siswanya pulang ke rumah masing-masing saat masa libur tiba. Perbedaan perlakuan ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam menyesuaikan program dengan kondisi rill di lapangan.
Target Perluasan dan Kesiapan Infrastruktur
Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan program MBG agar dapat menyentuh seluruh pelosok Indonesia pada tahun anggaran mendatang. Saat ini, BGN fokus pada pembangunan infrastruktur dapur umum atau unit pelayanan yang mampu melayani ribuan porsi setiap harinya dengan standar gizi yang ketat. Dadan menambahkan bahwa jeda penyaluran saat libur sekolah juga akan dimanfaatkan oleh petugas lapangan untuk melakukan evaluasi, pemeliharaan alat, serta koordinasi ulang dengan pemasok bahan baku pangan lokal (seperti petani dan peternak) guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga saat sekolah kembali masuk.
Dukungan terhadap Kesejahteraan Siswa
Program MBG tetap menjadi prioritas nasional dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kemampuan kognitif anak bangsa. Meskipun terdapat jeda saat libur, pemerintah menjamin bahwa hak anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik tetap menjadi fokus utama selama hari-hari efektif sekolah. BGN mengimbau para orang tua untuk tetap menjaga pola makan bergizi secara mandiri di rumah selama masa libur agar manfaat kesehatan yang telah didapatkan dari program ini tetap terjaga secara konsisten.
Kesimpulan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan sementara saat masa libur sekolah. Kebijakan ini diambil karena mekanisme distribusi program sangat bergantung pada kehadiran fisik siswa di satuan pendidikan.
Sumber
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260327144158-20-1341824/kepala-bgn-mbg-berhenti-disalurkan-saat-sekolah-libur










