Syawal adalah bulan ke-10 dalam kalender Hijriah dan datang setelah Ramadan. Setelah Syawal berakhir, umat Islam akan memasuki bulan Dzulqa’dah.
Walaupun keutamaannya tidak sebesar Ramadan, bulan Syawal memiliki peran penting sebagai indikator keberhasilan seorang muslim setelah menjalani ibadah di bulan suci.
Hal ini karena kualitas ibadah seseorang di bulan Syawal dapat mencerminkan hasil dari “latihan spiritual” selama Ramadan.
Jika seseorang menunjukkan peningkatan dalam ibadah, akhlak yang lebih baik, serta konsistensi dalam amal saleh, maka hal tersebut menjadi tanda bahwa ia berhasil melewati Ramadan dengan baik. Sebab, Ramadan sejatinya merupakan bulan pembinaan diri (syahru at-tarbiyyah).
Seperti bulan lainnya, Syawal juga diisi dengan berbagai amalan yang dianjurkan. Salah satu yang paling utama adalah puasa sunnah selama enam hari. Puasa ini dapat dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, baik secara berurutan maupun terpisah.
Bagi umat Islam yang belum melaksanakannya, sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa Syawal meskipun hukumnya sunnah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia serta hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, awal bulan Syawal tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Bulan Syawal tahun ini berlangsung selama 29 hari, sehingga diperkirakan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026.
Lalu, sampai kapan bulan Syawal 1447 H berlangsung? Berikut rincian kalendernya agar kamu tidak melewatkan amalan di bulan ini.
Jadwal Lengkap Syawal 1447 Hijriah
Dilansir dari Detik.com, berikut daftar tanggal lengkap bulan Syawal 1447 H:
- 1 Syawal 1447 H: Sabtu 21 Maret 2026
- 2 Syawal 1447 H: Minggu 22 Maret 2026
- 3 Syawal 1447 H: Senin 23 Maret 2026
- 4 Syawal 1447 H: Selasa 24 Maret 2026
- 5 Syawal 1447 H: Rabu 25 Maret 2026
- 6 Syawal 1447 H: Kamis 26 Maret 2026
- 7 Syawal 1447 H: Jumat 27 Maret 2026
- 8 Syawal 1447 H: Sabtu 28 Maret 2026
- 9 Syawal 1447 H: Minggu 29 Maret 2026
- 10 Syawal 1447 H: Senin 30 Maret 2026
- 11 Syawal 1447 H: Selasa 31 Maret 2026
- 12 Syawal 1447 H: Rabu 1 April 2026
- 13 Syawal 1447 H: Kamis 2 April 2026
- 14 Syawal 1447 H: Jumat 3 April 2026
- 15 Syawal 1447 H: Sabtu 4 April 2026
- 16 Syawal 1447 H: Minggu 5 April 2026
- 17 Syawal 1447 H: Senin 6 April 2026
- 18 Syawal 1447 H: Selasa 7 April 2026
- 19 Syawal 1447 H: Rabu 8 April 2026
- 20 Syawal 1447 H: Kamis 9 April 2026
- 21 Syawal 1447 H: Jumat 10 April 2026
- 22 Syawal 1447 H: Sabtu 11 April 2026
- 23 Syawal 1447 H: Minggu 12 April 2026
- 24 Syawal 1447 H: Senin 13 April 2026
- 25 Syawal 1447 H: Selasa 14 April 2026
- 26 Syawal 1447 H: Rabu 15 April 2026
- 27 Syawal 1447 H: Kamis 16 April 2026
- 28 Syawal 1447 H: Jumat 17 April 2026
- 29 Syawal 1447 H: Sabtu 18 April 2026
Amalan Utama di Bulan Syawal
Salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa sunnah selama enam hari. Pelaksanaannya fleksibel, bisa dilakukan berturut-turut maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Syawal, yaitu pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Mengacu pada kalender Hijriah dari Kementerian Agama, batas akhir pelaksanaan puasa Syawal adalah hari terakhir bulan tersebut. Meski demikian, sangat dianjurkan untuk menyelesaikannya lebih awal agar tidak terlewat.
Bagi yang ingin menjalankan puasa Syawal, berikut bacaan niat yang dapat diucapkan, baik pada malam hari maupun di siang hari sebelum waktu Dzuhur (selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa):
Niat puasa Syawal malam hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala”.
Niat puasa Syawal siang hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala”.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat membantu kamu memahami jadwal bulan Syawal 1447 H sekaligus memotivasi untuk mengamalkan ibadah-ibadah sunnah di dalamnya.
Sumber Referensi
- https://www.liputan6.com/islami/read/6303958/bulan-syawal-2026-sampai-tanggal-berapa-simak-jadwal-dan-amalannya










