Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada sesi I Senin, 30 Maret 2026, setelah sempat dihentikan sementara atau disuspensi pada akhir pekan lalu.
“Menunjuk Pengumuman Peng-SPT-00097/BEI.WAS/03-2026 tanggal 26 Maret 2026 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT MultipolarTechnology Tbk (MLPT) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 30 Maret 2026,” kata Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Sabtu (28/3/2026).
Sebelumnya, pada Jumat, 27 Maret 2026, BEI menghentikan sementara perdagangan saham MLPT. Langkah ini diambil setelah harga saham mengalami penurunan signifikan secara kumulatif dalam waktu yang relatif singkat.
Suspensi berlaku untuk kedua pasar, yaitu Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Dengan penghentian sementara ini, investor diberikan waktu untuk menelaah kondisi pasar dan informasi emiten sebelum membuat keputusan investasi lebih lanjut.
“Penghentian sementara perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT),” jelas Pande.
Suspensi Sementara untuk Meredam Volatilitas
BEI menyatakan bahwa penghentian sementara perdagangan saham MLPT dilakukan sebagai langkah cooling down. Praktik ini umum diterapkan ketika harga saham bergerak tidak wajar, baik mengalami kenaikan maupun penurunan yang tajam.
Dilansir dari Liputan6 pada kasus MLPT, tekanan jual yang tinggi memicu koreksi harga saham secara signifikan. Karena itu, BEI menilai perlu menghentikan sementara perdagangan untuk menekan fluktuasi yang berlebihan.
“Sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada tanggal 27 Maret 2026,” pungkasnya.
IHSG Anjlok 27 Maret 2026, Saham Infrastruktur Jadi Pemimpin Koreksi
Pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penurunan. IHSG hari ini tertekan seiring mayoritas sektor saham mengalami koreksi dan volume transaksi harian yang rendah.
Berdasarkan data RTI, IHSG turun 0,94% ke level 7.097,05, sedangkan indeks LQ45 merosot 1,74% ke posisi 718,9. Sebagian besar indeks acuan ditutup di zona merah.
Menurut analisis tim riset Philip Sekuritas Indonesia yang dikutip Antara, indeks saham di Asia pada Jumat menampilkan pergerakan bervariasi dengan kecenderungan melemah. Penurunan ini dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran pasar terkait prospek de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik semakin meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengajukan proposal balasan, sementara AS memutuskan untuk menambah pasukan di wilayah Timur Tengah.
Sentimen Lain IHSG
Konflik yang kini memasuki minggu keempat berpotensi mendorong inflasi global dan menekan pertumbuhan ekonomi berbagai negara, di tengah kenaikan harga energi dan gangguan rantai perdagangan internasional.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, serta membuka kembali Selat Hormuz selama tambahan 10 hari hingga 6 April 2026, untuk memberikan ruang lebih bagi proses negosiasi.
Trump menyebut perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Iran dan disetujui AS sebagai kompensasi atas izin 10 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz, sebagai bentuk “hadiah” dari Iran.
Meski sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya konflik antara AS dan Iran, Iran menegaskan bahwa penutupan tersebut hanya berlaku untuk negara-negara yang dianggap musuh.
Belakangan, Iran tampak memberlakukan sistem tol bagi kapal yang melintas selat tersebut. Menurut laporan Lloyd’s List Intelligence, beberapa kapal membayar biaya melintasi dalam mata uang Yuan China.
Sektor Saham: IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.679
Menjelang akhir pekan, IHSG bergerak di kisaran tertinggi 7.154,55 dan terendah 7.070,21. Sebanyak 379 saham mengalami penurunan sehingga menekan IHSG, sementara 274 saham naik dan 167 saham stagnan.
Frekuensi perdagangan tercatat 1.393.686 kali dengan volume transaksi mencapai 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 11,8 triliun. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.961.
Dari 11 sektor saham, hanya tiga sektor yang mencatat penguatan. Sektor energi naik 0,35%, sektor kesehatan bertambah 0,12%, dan sektor consumer non-siklikal meningkat 0,01%.
Di sisi lain, sektor infrastruktur turun paling tajam, yakni 1,29%. Sektor industri merosot 1,27%, sektor basic materials melemah 0,42%, dan sektor consumer siklikal turun 0,33%.
Sektor keuangan turun 0,56%, sektor properti melemah 0,28%, sektor teknologi menyusut 0,97%, dan sektor transportasi turun 0,54%.
Kesimpulan
Perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dibuka kembali di BEI mulai Senin, 30 Maret 2026, setelah sebelumnya dihentikan sementara.
Sumber Referensi
https://www.liputan6.com/saham/read/6305745/bei-buka-kembali-perdagangan-saham-mlpt-mulai-senin-30-maret-2026










