Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih cenderung lesu pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Tekanan dari sentimen global serta aksi jual investor asing menjadi faktor utama yang membayangi laju pasar saham hari ini.
IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
Berdasarkan riset BNI Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup turun 0,94% pada Jumat, 27 Maret 2026. Pelemahan ini juga diiringi aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp 1,89 triliun.
Beberapa saham big caps yang paling banyak dilepas asing antara lain:
- BBCA
- BBRI
- BBNI
- BMRI
- TLKM
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penurunan.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada:
- Support: 6.900 – 7.000
- Resistance: 7.130 – 7.160
Sentimen Global Masih Membayangi
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan pelaku pasar untuk bersikap wait and see. Pasalnya, pasar masih dibayangi sejumlah sentimen penting, seperti:
- Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran
- Rilis data payroll AS
- Data inflasi Indonesia periode Maret 2026
Dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi kembali menguji level support di kisaran 7.050 hingga 6.920.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Untuk strategi perdagangan, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham yang menarik dicermati hari ini:
- HRTA
Spec Buy di 2350–2390 | Cut loss <2330 | Target 2430–2450 - BUMI
Buy on Weakness di 206–210 | Cut loss <204 | Target 218–224 - INET
Buy jika break 266 | Target 274–280 | Cut loss <258 - MEDC
Buy on Weakness di 1820–1840 | Cut loss <1810 | Target 1860–1910 - MBMA
Spec Buy di 665 | Cut loss <660 | Target 690–730 - EMAS
Spec Buy di 8300–8500 | Cut loss <8300 | Target 8675–8975
Kilas Balik Pergerakan IHSG 27 Maret 2026
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berada di level 7.097,05 atau turun 0,94%. Indeks LQ45 juga melemah 1,74% ke posisi 718,9.
Mayoritas sektor saham ditutup di zona merah, dengan tekanan terbesar berasal dari:
- Sektor infrastruktur (-1,29%)
- Sektor industri (-1,27%)
- Sektor teknologi (-0,97%)
Sebaliknya, beberapa sektor masih mampu menguat tipis seperti energi, kesehatan, dan consumer nonsiklikal.
Faktor Geopolitik Picu Volatilitas
Tekanan terhadap pasar juga dipengaruhi ketidakpastian global, khususnya konflik di Timur Tengah. Berdasarkan analisis Philip Sekuritas Indonesia, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran membuat pasar global lebih volatil.
Kondisi ini berpotensi:
- Mendorong kenaikan harga energi
- Memicu inflasi global
- Mengganggu jalur perdagangan internasional
Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang tenggat negosiasi dengan Iran hingga 6 April 2026 turut menjadi perhatian investor.
Kesimpulan
IHSG pada perdagangan 30 Maret 2026 diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Sentimen global, aksi jual asing, serta ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama penekan pasar. Investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham dan mempertimbangkan strategi buy on weakness maupun speculative buy pada saham-saham yang direkomendasikan analis, sambil tetap mencermati perkembangan pasar global.
Sumber
https://www.liputan6.com/saham/read/6306232/rekomendasi-saham-hari-ini-30-maret-2026-hrta-bumi-medc-hingga-emas










