Aksi pencurian dengan modus tipu daya kembali terjadi di Kota Medan. Seorang pria tak dikenal berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor milik pegawai laundry setelah mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Pelaku bahkan diduga menggunakan cara tertentu hingga membuat korban tidak sadar sebelum akhirnya ditinggalkan di kawasan Lanud Soewondo, Selasa (31/3/2026).
Pemilik usaha laundry, Christine, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat seorang pria datang ke tempat usahanya dan meminta bantuan kepada pekerjanya untuk menjemput barang dalam jumlah besar.
Ia menggambarkan bagaimana pelaku awalnya membangun kepercayaan dengan alasan yang terlihat meyakinkan.
“Iya, jadi awalnya itu ada pria tidak dikenal datang ke laundry kami. Dia minta tolong ke pekerja saya untuk meminta menemani dia naik motor untuk menjemput sarung bus sekitar 120 pcs,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku kemudian mengarahkan pekerjanya untuk menggunakan sepeda motor dengan alasan jumlah barang yang akan diambil cukup banyak.
Ia menilai pelaku secara perlahan menggiring korban agar mengikuti keinginannya.
“Dia bilang, ‘Kak, kita nggak lebih baik bawa motor aja? Karena ini berat, cukup banyak, jadi mungkin Kakak akan kesusahan untuk membawanya.’ Jadi pekerja saya kembali ke laundry, ambil motor, dan pria itu yang mengendarai motor tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaku membawa korban berkeliling dan sempat singgah di beberapa lokasi dengan alasan mengambil barang, namun ternyata hanya akal-akalan.
Menurutnya, pelaku sengaja mengulur waktu untuk menjalankan aksinya.
“Ketika sampai di loket tersebut, dia sempat turun, lalu kembali lagi dan bilang, ‘Kak, ternyata sarung busnya itu tidak ada di sini,’ jadi mereka putar balik lagi,” jelasnya.
Ia menduga pelaku menggunakan modus hipnotis setelah menepuk pundak korban, yang membuat korban kehilangan kesadaran selama beberapa waktu.
Ia menyebut sejak momen itu korban tidak lagi mengingat kejadian selanjutnya.
“Dari keterangan pekerja saya, katanya pria itu ada menepuk pundaknya, jadi dia merasa bisa disimpulkan sebagai hipnotis. Mulai dari situ dia sudah tidak sadar sampai akhirnya dia ditinggal di Lanud Soewondo,” ungkapnya.
Korban baru sadar setelah ditinggalkan di lokasi tersebut dan dalam kondisi kebingungan.
Ia menjelaskan bahwa korban kemudian meminta bantuan warga sekitar.
“Ketika dia sadar, dia nangis dan langsung bertanya motornya di mana. Lalu dia menahan orang yang melintas dan akhirnya diantar ke piket Lanud Soewondo,” katanya.
Setelah itu, petugas setempat membantu menghubungi pihak laundry dan korban dipulangkan menggunakan transportasi online.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pelaku masih dalam pencarian.
“Pelakunya belum ditemukan, tapi kami sudah melapor ke pihak berwajib. Harapan saya semoga pihak kepolisian dapat menemukan pelaku dan menghukumnya secara adil,” tegasnya.
Christine juga mengungkapkan ciri-ciri pelaku yang terekam kamera pengawas, yakni seorang pria berusia sekitar 30 hingga 35 tahun, mengenakan baju cokelat muda, topi, serta memiliki kulit agak gelap.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus kejahatan dengan cara mengelabui korban, terutama yang melibatkan interaksi langsung dan membangun kepercayaan dalam waktu singkat.










