Kasus pencurian sepeda motor di sebuah kafe di Jalan Gatot Subroto No.99, Medan Helvetia, diduga dilakukan oleh dua orang pelaku yang menjalankan aksi secara terstruktur dengan pembagian peran. Mereka memanfaatkan situasi saat karyawan tengah sibuk membersihkan area kafe menjelang waktu tutup, Sabtu (4/4/2026).
Aksi tersebut diduga telah direncanakan dengan baik, mengingat pelaku dapat beroperasi dengan cepat tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak kafe maupun pengunjung.
Karyawan kafe, Angga, mengungkapkan bahwa saat kejadian berlangsung, kondisi kafe memang sedang dalam situasi cukup sibuk karena mendekati waktu penutupan.
“Waktu itu kondisi memang lagi sibuk, karena sudah mendekati jam tutup, jadi kami semua fokus bebenah dan bersih-bersih di dalam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat pengawasan di area parkir menjadi tidak maksimal.
“Karena fokus ke dalam, jadi area parkir di luar tidak terlalu terpantau, mungkin dari situ pelaku lihat ada kesempatan,” lanjutnya.
src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376″
crossorigin=”anonymous”>
Angga juga memaparkan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang dengan peran yang berbeda dalam menjalankan aksinya.
“Kalau dari yang terlihat, ada dua orang, satu yang ambil motor itu badannya agak berisi dan pakai helm, dia yang eksekusi,” jelasnya.
Sementara itu, satu pelaku lainnya berperan sebagai pengawas sekaligus pengendara untuk melarikan diri.
“Yang satu lagi badannya lebih kurus, kulitnya agak gelap, dia nunggu di atas motor, jadi setelah berhasil langsung kabur,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa pelaku datang menggunakan sepeda motor sebelum melakukan aksinya.
“Mereka datang pakai Scoopy merah, awalnya seperti pengunjung biasa, jadi tidak ada yang curiga sama sekali,” pungkasnya.


Komentar