Pemerintah Pangkas MBG Jadi 5 Hari, Hemat APBN Rp 20 Triliun
Pemerintah resmi memangkas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari dalam seminggu sebagai bagian langkah efisiensi negara. Kebijakan ini diharapkan dapat menghemat APBN hingga Rp 20 triliun.
Efisiensi MBG dan Perhitungan Pengecualian
Dilansir dari news.detik.com, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, “Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam seminggu.”
Meski jumlah hari dikurangi, pemerintah tetap memperhatikan pengecualian, seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi.
Airlangga menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural untuk menciptakan ekonomi yang lebih efisien.
Penyaluran MBG Disesuaikan Kehadiran Siswa
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan, program MBG akan menyesuaikan dengan kehadiran siswa di sekolah.
“Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir. Jika sekolah lima hari, MBG diberikan lima hari, dan jika sekolah enam hari, MBG tetap enam hari,” ujar Dadan.
Data menunjukkan mayoritas sekolah di Indonesia menjalankan lima hari belajar, sehingga kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan siswa.
Langkah Efisiensi Lain: WFH Sehari Seminggu
Selain pemangkasan MBG, pemerintah juga menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu untuk ASN.
Airlangga menyebut, “Penerapan WFH bagi ASN berlaku tiap hari Jumat, mulai 1 April, untuk mendukung pelayanan berbasis digital dan efisiensi kerja.”
Dukungan Masyarakat Diperlukan
Pemerintah mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung langkah efisiensi ini. Airlangga menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh pihak agar transformasi struktural dan budaya kerja efisien dapat berhasil.
Kesimpulan
Pemerintah memangkas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari per minggu untuk efisiensi APBN hingga Rp 20 triliun, dengan pengecualian di daerah 3T dan wilayah stunting tinggi. Penyaluran MBG disesuaikan kehadiran siswa, sementara ASN akan menjalani WFH satu hari seminggu untuk mendukung digitalisasi dan efisiensi kerja. Langkah ini mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha berpartisipasi dalam menciptakan budaya kerja yang lebih efisien.
Sumber
https://news.detik.com/berita/d-8424020/pemerintah-putuskan-mbg-jadi-5-hari-imbas-efisiensi-negara-hemat-rp-20-t


