Fenomena gempa bumi telah lama menjadi perhatian para ilmuwan Muslim dalam upaya memahami rahasia alam semesta. Salah satu tokoh penting yang memberikan penjelasan menarik mengenai gempa adalah Zakariya al-Qazwini (w. 682 H/1283 M). Ia dikenal sebagai penulis karya ensiklopedis ‘Ajā’ib al-Makhlūqāt wa Gharā’ib al-Maujūdāt, yang membahas keajaiban ciptaan Tuhan, termasuk fenomena alam seperti gempa bumi dan gunung berapi.
Karya dan Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam karyanya, Al-Qazwini tidak hanya mendeskripsikan fenomena alam secara naratif, tetapi juga berusaha memberikan penjelasan sebab-akibat berdasarkan pengamatan dan pemikiran ilmiah pada masanya. Ia menggabungkan unsur geografi, kosmologi, dan naturalisme dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam yang terjadi di bumi.
Gempa bumi, menurut Al-Qazwini, merupakan salah satu fenomena yang berkaitan erat dengan proses internal bumi yang kompleks dan dinamis.
Teori Terjadinya Gempa
Al-Qazwini menjelaskan bahwa gempa bumi terjadi akibat keluarnya unsur gas dari rongga bumi yang memiliki tekanan sangat tinggi. Gas tersebut kemudian mengalami perubahan wujud menjadi materi cair akibat perubahan kondisi suhu dan tekanan di dalam bumi.
Menurutnya, akumulasi uap, gas, dan debu di dalam perut bumi yang dingin dan padat tidak dapat bertahan dalam kondisi tersebut. Karena tidak adanya rongga atau ruang yang cukup, materi tersebut terus tertekan dan mengalami perubahan bentuk serta sifat.
Ketika tekanan semakin meningkat, uap dan gas tersebut berusaha naik ke permukaan bumi. Namun karena tidak memiliki jalur yang cukup, pergerakan ini menyebabkan getaran atau vibrasi pada lapisan bumi. Getaran inilah yang dirasakan sebagai gempa bumi.
Hubungan Gempa dan Gunung Berapi
Menariknya, Al-Qazwini juga mengaitkan fenomena gempa dengan aktivitas gunung berapi. Ia berpendapat bahwa proses yang sama—yaitu tekanan gas dan perubahan materi di dalam bumi—juga dapat menyebabkan terbentuknya gunung berapi.
Ketika terjadi “ledakan” atau pelepasan tekanan secara tiba-tiba, bumi kembali menjadi stabil setelah sebelumnya mengalami guncangan hebat. Hal ini menunjukkan adanya pemahaman awal tentang hubungan antara aktivitas internal bumi dan fenomena geologis di permukaan.
Signifikansi Pemikiran Al-Qazwini
Pemikiran Al-Qazwini mencerminkan upaya ilmiah untuk memahami bumi sebagai sistem yang aktif dan terus berubah. Meskipun belum menggunakan metode geologi modern, penjelasannya menunjukkan adanya intuisi ilmiah tentang tekanan, perubahan wujud materi, dan aktivitas vulkanik.
Kesimpulan
Konsep gempa menurut Zakariya al-Qazwini dalam ‘Ajā’ib al-Makhlūqāt menunjukkan bahwa ilmuwan Muslim abad pertengahan telah berusaha menjelaskan fenomena alam secara rasional. Dengan menghubungkan gas, tekanan, dan aktivitas bumi, Al-Qazwini memberikan kontribusi penting dalam sejarah awal pemikiran geologi yang menjadi dasar bagi perkembangan ilmu bumi modern.

