Sebagai tim favorit juara, Real Madrid sempat melaju kencang di awal musim. Tapi, El Real kini malah terseok dan terancam gagal juara LaLiga.
Tren buruk Madrid berlanjut setelah hasil imbang 1-1 kontra Girona di Santiago Bernabeu, Sabtu (11/4/2026) dini hari lalu. Sebelumnya Real Madrid juga kalah dari Real Mallorca dan Bayern Munich.
Hasil-hasil ini membuat Madrid berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar, seperti halnya musim lalu. Ini tentu jadi preseden buruk untuk klub sekelas Madrid dengan segenap bintangnya.
Terlebih lagi mereka sudah melakukan pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa yang ternyata tidak memperbaiki situasi. Dua tokoh dan legenda klub ini ternyata belum mampu mengembalikan performa terbaik El-Real, yang ada Madrid malah makin terpuruk menurut statistik.
Madrid di bawah Xabi Alonso
Madrid di bawah Xabi Alonso punya start apik dengan 10 kemenangan dari 11 partai pertama LaLiga. Mereka kala itu unggul lima poin di puncak LaLiga dan masih melaju di Liga Champions serta Copa del Rey.
Setelah itu, Madrid malah menurun dengan kehilangan banyak angka di delapan dari 20 pertandingan. Alhasil, Madrid kini tertahan di posisi kedua klasemen dengan selisih enam poin dari Barcelona di puncak.
Jarak itu bisa melebar andaikan Barcelona terus menang melawan lawan-lawannya. Ditambah lagi Madrid juga punya beban setelah dikalahkan 1-2 oleh Bayern yang lagi on fire.
Madrid di bawah Arbeloa
Arbeloa secara statistik juga tidak bagus-bagus amat karena kalah enam kali dan menang 13 kali dari 20 pertandingan.
“Semoga saja rangkaian hasil buruk ini terhenti hari Rabu. Dan kami bisa lebih tajam di depan gawang,” ujar Arbeloa seperti dikutip Football Espana.
Kesimpulan
Tak ayal, Real Madrid sedang mengalami penurunan performa yang signifikan setelah awal musim yang menjanjikan. Hasil imbang dan kekalahan beruntun membuat peluang juara LaLiga semakin terancam, terlebih mereka kini tertinggal dari Barcelona. Pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa juga belum mampu memperbaiki situasi, bahkan statistik menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Jika tren negatif ini terus berlanjut, Madrid berpotensi kembali mengakhiri musim tanpa gelar dan menghadapi tekanan besar untuk segera bangkit.


