Sabtu, 18 April 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Kiprah Ilmiah, Karya, dan Warisan Intelektual Prof. Sulaiman

AJR by AJR
18 April 2026
in Info
0
Kiprah Ilmiah, Karya, dan Warisan Intelektual Prof. Sulaiman

Kiprah Ilmiah, Karya, dan Warisan Intelektual Prof. Sulaiman

Prof. Dr. Mohamad Ahmad Sulaiman dikenal bukan hanya sebagai ilmuwan astronomi modern, tetapi juga sebagai pemikir yang berupaya menjembatani antara sains modern dan kebutuhan keagamaan umat Islam. Dalam pandangannya, penentuan awal bulan Hijriah idealnya dilakukan melalui kombinasi antara rukyat yang akurat dan hisab yang presisi. Ia merumuskan prinsip terkenal: “ar-ru’yah aṣ-ṣaḥīḥah muwāfiqah li al-ḥisāb ad-daqīq” (rukyat yang benar sejalan dengan hisab yang akurat). Gagasan ini sejalan dengan pendekatan ilmiah yang digunakan oleh lembaga fatwa Mesir, seperti Dār al-Iftā’ al-Miṣriyyah, yang berupaya mengintegrasikan data astronomi dengan praktik keagamaan.



Karier Akademik dan Kelembagaan

Karier akademik Prof. Sulaiman dimulai pada tahun 1980 di National Research Institute of Astronomy and Geophysics (NRIAG) di Helwan, Mesir. Di lembaga ini, ia meniti jenjang karier secara bertahap: menjadi asisten peneliti pada 1984, kemudian profesor peneliti pada 1993, hingga akhirnya mencapai posisi profesor emeritus pada 2003. Ia juga pernah mengajar di Universitas Al-Azhar pada periode 1991–1992, memperkuat kontribusinya dalam pendidikan tinggi Islam dan sains.

Di NRIAG, ia memegang berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Laboratorium Penelitian Matahari serta Kepala Departemen Penelitian Matahari dan Angkasa. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai pemimpin redaksi jurnal ilmiah ‘Ālam al-Falak wa al-Faḍā’, yang menjadi salah satu media penting dalam publikasi penelitian astronomi di dunia Arab.



Peran Internasional dan Jaringan Ilmiah

Di tingkat internasional, Prof. Sulaiman memiliki reputasi yang luas. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Observatorium Raja Fahd di Riyadh, Arab Saudi, serta Direktur Institut Astronomi Universitas Al al-Bayt di Yordania. Ia juga menjadi anggota International Astronomical Union (IAU) sejak 1982 hingga akhir حياته, menunjukkan pengakuan global terhadap kontribusinya dalam bidang astronomi.

Aktivitas ilmiahnya mencakup partisipasi dalam berbagai konferensi internasional di berbagai belahan dunia, termasuk Kuwait, Jepang, Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Hal ini memperlihatkan keterlibatannya dalam jaringan ilmiah global serta perannya dalam memperkenalkan astronomi dunia Islam ke forum internasional.



Karya Ilmiah dan Kontribusi Pendidikan

Prof. Sulaiman menghasilkan berbagai karya ilmiah dalam bentuk buku, artikel, dan terjemahan. Di antaranya adalah Al-Qāmūs al-Muyassar fī ‘Ilm al-Falak serta Asy-Syams wa al-Qamar bi Ḥusbān, yang membahas konsep-konsep dasar hingga lanjutan dalam astronomi. Karya-karyanya banyak digunakan sebagai referensi dalam studi astronomi modern di dunia Arab.

Selain menulis, ia juga aktif membimbing mahasiswa magister dan doktoral dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Perannya sebagai pembimbing menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi ilmuwan baru di bidang astronomi dan fisika.



Kepribadian dan Warisan Intelektual

Di luar kiprah akademiknya, Prof. Sulaiman dikenal sebagai sosok yang rendah hati, religius, dan dermawan. Ia sering membantu mahasiswa serta mendukung kegiatan observasi astronomi. Sifatnya yang ramah membuatnya mudah diterima di kalangan akademisi maupun mahasiswa.

Menariknya, ia juga memiliki ketertarikan pada sepak bola Mesir dan pernah mengungkapkan kekagumannya kepada pemain Aboutrika dalam bentuk syair pada sebuah seminar, menunjukkan sisi humanis di luar dunia sains.



Kesimpulan

Warisan intelektual Prof. Sulaiman tidak hanya terletak pada karya ilmiah dan jabatan akademiknya, tetapi juga pada pendekatannya yang integratif antara sains dan agama serta dedikasinya dalam pendidikan. Ia menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan astronomi modern di dunia Islam, khususnya di Mesir, dengan pengaruh yang meluas hingga tingkat internasional.

 

Tags: astronomimesirNRIAGprof. sulaiman
Next Post

Tata Tertib Ujian TKA SD 2026 Lengkap Yang Dimulai Senin 20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi Medanaktual.com

Jl Gunung Mahameru No 3 Lantai 2.
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan – Sumatera Utara, Indonesia.

Email : medanaktual.com@gmail.com

  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.