Thāsy Kubrī Zādah (w. 968 H/1561 M) merupakan salah satu ulama dan cendekiawan Muslim yang dikenal melalui karya ensiklopedisnya dalam bidang klasifikasi ilmu pengetahuan. Dalam kitab Miftāh as-Sa’ādah wa Mishbāh as-Siyādah (Kunci Kebahagiaan dan Lentera Kemuliaan), ia membahas berbagai cabang ilmu yang berkembang dalam tradisi Islam, termasuk astronomi. Thāsy Kubrī Zādah menyebut astronomi dengan istilah ilmu hai’ah. Pandangannya menunjukkan kesinambungan tradisi ilmiah Islam dalam memahami astronomi sebagai ilmu rasional yang membahas tata susun alam semesta.
Istilah Astronomi Menurut Thāsy Kubrī Zādah
Thāsy Kubrī Zādah menggunakan istilah ilmu hai’ah untuk menyebut astronomi. Dalam tradisi keilmuan Islam, istilah hai’ah mengacu pada ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan kosmos serta keadaan benda-benda langit. Penggunaan istilah ini memperlihatkan bahwa astronomi dipahami sebagai ilmu teoritis yang berhubungan dengan struktur alam raya.
Istilah hai’ah juga menunjukkan perbedaan antara astronomi ilmiah dengan astrologi atau ramalan bintang. Dengan demikian, fokus utama ilmu ini adalah kajian objektif terhadap benda-benda langit melalui pengamatan dan penalaran.
Definisi Astronomi Menurut Thāsy Kubrī Zādah
Menurut Thāsy Kubrī Zādah, ilmu hai’ah adalah ilmu untuk mengetahui keadaan benda-benda langit dari segi bentuk, posisi, ukuran, dan jaraknya. Definisi ini menekankan beberapa unsur pokok dalam astronomi.
Pertama, astronomi mempelajari bentuk benda-benda langit, yaitu karakteristik fisik atau susunannya. Kedua, astronomi mengkaji posisi benda-benda langit, yakni letaknya dalam sistem kosmos. Ketiga, astronomi membahas kadar atau ukuran benda langit. Keempat, astronomi meneliti jarak antar benda langit.
Definisi ini menunjukkan bahwa astronomi merupakan ilmu yang berlandaskan pengukuran, observasi, dan perhitungan matematis.
Ruang Lingkup Astronomi
Berdasarkan penjelasan tersebut, ruang lingkup astronomi menurut Thāsy Kubrī Zādah meliputi beberapa hal berikut: Bentuk Benda Langit, Kajian ini berhubungan dengan struktur dan susunan benda-benda langit. Posisi Benda Langit, yaitu Astronomi yang meneliti kedudukan bintang, planet, dan benda langit lainnya dalam tata kosmos. Ukuran Benda Langit, yaitu Ilmu ini juga membahas besaran atau dimensi benda-benda langit.
Signifikansi Pemikiran Thāsy Kubrī Zādah
Pandangan Thāsy Kubrī Zādah menunjukkan bahwa pada abad ke-16 M, astronomi tetap dipandang sebagai cabang ilmu penting dalam tradisi Islam. Definisinya menegaskan bahwa astronomi adalah ilmu eksakta yang memerlukan metode pengamatan dan perhitungan.
Kesimpulan
Thāsy Kubrī Zādah menyebut astronomi dengan istilah ilmu hai’ah, yaitu ilmu yang mempelajari keadaan benda-benda langit dari segi bentuk, posisi, ukuran, dan jaraknya. Pemikiran ini menunjukkan bahwa astronomi dipahami sebagai ilmu rasional dan sistematis yang berfokus pada tata susun alam semesta. Pandangan tersebut menjadi bukti kesinambungan tradisi ilmiah Islam dalam bidang astronomi hingga masa akhir klasik.


Komentar