Dalam sejarah perkembangan ilmu keislaman di Nusantara, banyak tokoh ulama daerah yang memiliki kontribusi besar, namun belum banyak dikenal secara luas. Salah satu tokoh tersebut adalah Nurben Tanjung, seorang ulama asal Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Meskipun namanya tidak sepopuler tokoh-tokoh besar lainnya dalam khazanah falak Nusantara, peran dan kontribusinya dalam dunia pendidikan Islam, dakwah, dan pengembangan ilmu pengetahuan patut mendapatkan perhatian.
Nurben Tanjung lahir pada 20 Safar 1322 Hijriah atau bertepatan dengan 6 Mei 1904 M di Ladang Tengah Barus. Sejak muda, beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Perjalanan hidupnya dipenuhi dengan pencarian ilmu ke berbagai daerah, menunjukkan bahwa beliau merupakan tokoh yang sangat menghargai ilmu sebagai jalan pengabdian kepada agama dan masyarakat.
Perjalanan Pendidikan dan Rihlah Keilmuan
Sejak usia muda, Nurben Tanjung telah menekuni berbagai disiplin ilmu agama. Salah satu bidang yang sangat ia dalami adalah ilmu falak. Dalam bidang ini, beliau belajar kepada beberapa ulama berpengaruh di wilayah Barus. Di antaranya adalah Haji Muhammad bin Haji Hos, Imam Besar Masjid Raya Barus Mudik, yang mengajarkan ilmu penanggalan dan memberikan ijazah keilmuan kepadanya.
Selain itu, beliau juga belajar kepada Imam Fi’il, Imam Masjid Kinali Barus, yang turut memberikan bimbingan dalam ilmu falak. Kedua guru tersebut menjadi fondasi penting dalam pembentukan keilmuan Nurben Tanjung.
Semangat menuntut ilmu membawa beliau melakukan perjalanan ke berbagai daerah seperti Sorkam, Meulaboh, Air Bangis, Gayo, Payakumbuh, Painan, Curup, hingga Yogyakarta. Dalam perjalanan tersebut, beliau tidak hanya belajar, tetapi juga mengajar dan berdakwah. Di Yogyakarta, beliau bertemu dan belajar kepada Kiai Haji Mas Mansur, salah satu tokoh penting Muhammadiyah.
Peran Sosial dan Dakwah di Barus
Setelah memperdalam ilmu di berbagai daerah, Nurben Tanjung kembali ke Barus dan aktif dalam dakwah serta pendidikan. Beliau tercatat sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam mendirikan Muhammadiyah di Barus Pasar dan wilayah sekitarnya.
Selain berdakwah, beliau juga mengajar di Sekolah Nahwu Barus Mudik dan menjadi tokoh yang aktif membina masyarakat. Kiprahnya menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh tidak hanya disimpan, tetapi diamalkan untuk kemajuan umat.
Dedikasi beliau dalam membangun masyarakat menjadikan Nurben Tanjung sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam lokal di Barus.
Kesimpulan
Nurben Tanjung adalah ulama yang memiliki semangat keilmuan, perjuangan, dan pengabdian yang tinggi. Melalui perjalanan intelektualnya yang panjang dan kiprahnya dalam dakwah, beliau berhasil memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Barus dan perkembangan Islam di Sumatera Utara. Sosoknya menjadi bagian penting dalam sejarah keilmuan Islam Nusantara.


Komentar