Info
Beranda / Info / Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah: Niat, Jadwal, hingga Keutamaannya

Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah: Niat, Jadwal, hingga Keutamaannya

Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah: Niat, Jadwal, hingga Keutamaannya
Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah: Niat, Jadwal, hingga Keutamaannya

Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ini memiliki banyak keutamaan dan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Dzulhijjah sendiri termasuk salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam atau dikenal sebagai asyhurul hurum.

Pada bulan istimewa ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, seperti puasa sunnah, sedekah, dzikir, hingga shalat malam. Karena itu, memahami niat puasa Dzulhijjah beserta jadwal pelaksanaannya menjadi hal penting agar ibadah dapat dijalankan dengan benar dan memperoleh pahala maksimal.

Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Seperti puasa sunnah lainnya, niat puasa Dzulhijjah dianjurkan dibaca pada malam hari sebelum waktu Subuh. Niat dapat diucapkan dalam hati, namun melafalkannya secara lisan juga diperbolehkan untuk meneguhkan hati.

Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah

Bacaan niat puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah termasuk puasa sunnah paling utama di bulan Dzulhijjah. Berikut bacaannya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah

Puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah hanya dapat dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Dzulhijjah karena tanggal 13 termasuk Hari Tasyrik.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Jadwal dan Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah memiliki sejumlah hari yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Berikut jadwal lengkapnya:

  1. Puasa 1–7 Dzulhijjah
    Umat Islam dianjurkan berpuasa pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai bentuk memperbanyak amal saleh di bulan mulia.
  2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Puasa Tarwiyah dilakukan sehari sebelum Arafah dan menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan.
  3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
    Puasa Arafah dilaksanakan bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Puasa ini memiliki pahala dan keutamaan yang sangat besar.
  4. Puasa Ayyamul Bidh (14–15 Dzulhijjah)
    Puasa Ayyamul Bidh biasanya dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 kalender Hijriah. Namun khusus bulan Dzulhijjah, tanggal 13 termasuk Hari Tasyrik sehingga umat Islam dilarang berpuasa.

Hari yang Dilarang Berpuasa di Bulan Dzulhijjah

Ada beberapa hari dalam bulan Dzulhijjah yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa, yaitu:

  • 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha)
  • 11 Dzulhijjah
  • 12 Dzulhijjah
  • 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan makan dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan. Berikut beberapa keutamaannya:

  1. Pahala Berlipat Ganda
    Amalan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT. Puasa sunnah pada hari-hari tersebut disebut memiliki pahala yang besar.
  2. Menghapus Dosa
    Puasa Arafah diyakini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.
  3. Mendapat Rahmat dan Ampunan Allah
    Hari Arafah dikenal sebagai waktu yang penuh ampunan. Banyak umat Muslim memperbanyak ibadah agar mendapatkan rahmat Allah SWT dan dijauhkan dari siksa neraka.
  4. Meningkatkan Ketakwaan
    Menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah menjadi sarana melatih kesabaran, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kesimpulan

Puasa Dzulhijjah merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Mulai dari puasa tanggal 1–7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, hingga puasa Arafah, semuanya menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan